Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

~ Analisis Graf Kebangkitan Islam~

Get your own Poll! "Siapkanlah untuk memerangi mereka (iaitu untuk memerangi kafir harbi) apa saja kekuatan yang kalian mampu dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (iaitu persiapan persenjataan yang hebat)(yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya" (Surah al-Anfal ayat 60).
Get your own Poll! "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (untuk tidak berperang) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu. Oleh itu mereka sentiasa bingung teragak-agak dalam keraguannya. Dan kalaulah mereka mahu keluar (untuk turut berperang), tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian mereka, lalu dilemahkanNya semangat mereka, dan dikatakan (oleh Syaitan): "Tinggalah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal" " (At-Taubah: 45-46)

Jom Dapatkan Perkembangan Blog Ni!

Khamis, 22 Mac 2012

Fikrahku

Cara menegakkan Islam, ialah dengan peperangan dan pertumpahan darah. Kerana Islam tidak akan tegak selagi musuh masih ada, Islam tidak akan tegak selagi musuh membelenggunya, Islam tidak akan tegak selagi musuh dengan mudah mematahkan kebangkitan Islam dengan membunuh umatnya.

Dakwah Islam akan terhapus bila musuh datang menyerangnya, jadi, mustahil Islam akan tegak selagi musuh tidak diperangi.

Hanyasanya, kebangkitan Islam dapat tersebar dengan lancar bila umat Islam berjihad fisabilillah menghapuskan musuh-musuh yang membahayakan Islam. Hanya dengan ini sahaja kemaraan islam tidak tersekat dan tidak dapat dipatahkan. Tanpa peperangan, Islam tidak akan menang.

Inilah jalan yang Nabi lakukan dalam misi menegakkan Islam. Nabi telah mengerahkan umat Islam pergi berperang ketika mendapat berita bahawa kerajaan rom bercita-cita untuk menguasai bahagian utara Arab, kerana kemaraan Islam akan tersekat dengan adanya rom, oleh itu rom mestilah diperangi sebelum mereka mengancam kebangkitan Islam dan kelancaran dakwah.

Bahkan Nabi telah memerangi yahudi bani qainuqo’ dan membunuh semua tawanan lelaki manakala menawan semua tawanan perempuan dan kanak2. Jika Nabi tidak bertindak tegas dengan menghapuskan musuh, berkemungkinan besar kelancaran dakwah Islam akan tersekat bahkan mungkin akan gagal. Kerana bangsa yahudi amat-amat berbahaya kepada Islam.

Maka Islam ini tertegak ialah dengan peperangan dan pertumpahan darah, tiada cara lain yang dapat menegakkan Islam melainkan dengan peperangan. Cara lain selain perang akhirnya akan berakhir dengan kegagalan dan jalan buntu. Kerana musuh itu tabiatnya mematikan kelancaran dakwah, jika kita tidak mematikannya, maka kitalah yang akan mati.

Kita telah diperintahkan Allah supaya berperang sehingga tidak ada lagi gangguan atau sekatan terhadap Islam. Kita diperintahkan Allah supaya berperang sehingga timur dan barat tunduk kepada Islam dengan membayar jizyah atau mereka masuk Islam.

Sesiapa yang terbunuh kerana berperang menegakkan Islam, maka dia mati syahid, dijanjikan untuknya syurga andai hatinya ikhlas lillahi taala, dan dihapuskan seluruh dosanya kecuali dosa hutang, itupun tidak menghalangnya untuk masuk syurga kerana Allah akan melangsaikan hutangnya di padang mahsyar kelak.

Islam ini akan kuat bila umatnya tidak cinta dunia dan tidak takut mati, serta berkeinginan tinggi untuk berjihad fi sabilillah. Punca kehinaan dan kekalahan kita ialah kerana cinta dunia, takut mati serta meninggalkan perang sabil.

Maka peranglah jalannya, peranglah caranya, peranglah manhajnya, bersiaplah untuk perang.. bersiaplah untuk perang.. bersiaplah untuk perang..

Jumaat, 9 Mac 2012

HUKUM MEMBEBASKAN TAWANAN MUSLIM

HUKUM MEMBEBASKAN TAWANAN MUSLIM

Dasarnya :

“ Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a,” Ya Allah, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya dzalim ini dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu”. (QS. An-Nisa’: 4:75).

Dari Abu Musa ia berkata, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bebaskan tawanan, beri makan orang yang lapar dan jenguklah orang yang sakit”.

Abu Bakar ibnu al Araby al Maliky berkata: Dalam ayat ini ada beberapa masalah;
Para ulama kami menyatakan: Dalam ayat ini Allah mewajibkan perang untuk membebaskan tawanan dari tangan musuh meskipun dalam perang itu ada nyawa yang melayang. Adapun mengeluarkan harta untuk menebus mereka lebih wajib lagi mengingat lebih ringan dari mengorbankan nyawa. Para ulama telah meriwayatkan bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Beri makanlah orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit dan bebaskanlah tawanan”.

Imam Malik telah mengatakan: Manusia wajib membebaskan tawanan (meskipun menghabiskan–pent) dengan seluruh harta mereka.

Beliau juga berkata: Masalah keempat. Jika mobilisasi umum karena musuh telah menguasai daerah umat Islam atau menguasai tawanan maka mobilisasi itu menjadi umum dan wajib keluar perang baik dalam keadaan ringan maupun berat, berjalan kaki maupun berkendaraan, merdeka maupun budak, orang yang mempunyai bapak keluar tanpa harus minta izin bapaknya demikian juga yang tak mempunyai bapak, sampai agama Allah menang, daerah umat Islam terlindungi, musuh terkalahkan dan tawanan terbebaskan. Dan dalam hal ini tak ada perbedaan pendapat.

Abi Zaid al Qairawany menyatakan: Jihad ada dua: fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Fardhu ‘ain untuk membebaskan tawanan, memenuhi nadzar, mobilisasi dari imam dan musuh yang menyerang suatu kaum (daerah umat Islam). [ Kifayatu al Thalib al Rabany li Risalati Abi Zaid al Qairawany 2/2].

Imam Al Qarafy berkata: Sebab keempat . Imam Al Lakhmy berkata: Membebaskan tawanan berdasar firman Allah:
“ Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a,” Ya Allah, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya dzalim ini dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu’. [QS. An Nisa’: 75].
Pengarang Shahibul Bayan menyatakan: Wajib bagi imam untuk membebaskan tawanan dengan harta baitul mal. Jika harta baitul mal kurang, maka wajib membebaskan mereka dengan seluruh harta kaum muslimin, masing-masing sesuai dengan kemampuannya. [Adz Dzakhirah 2/387, dari Jama’ah Jihad hal. 53-54].
Para ulama madzhab Hanafy menyatakan: Jika seorang muslimah ditawan di bumi belahan Timur maka wajib bagi umat Islam di bumi belahan Barat untuk membebaskannya selama belum masuk negara kafir. Bahkan dalam kitab Adz Dzakhirah disebutkan wajib bagi setiap yang mempunyai kekuatan untuk mengejar mereka demi membebaskan anak-anak dan wanita yang tertawan meskipun telah masuk negara kafir.

Imam Al Qurthubi mengatakan: Para ulama kami mengatakan: ”Menebus para tawanan itu wajib meski akhirnya tak tersisa (harta umat Islam-pent) walaupun cuma satu dirham”. Ibnu Khuwaizi Mindad mengatakan: Ayat ini

“Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu-membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat”. (QS. Al Baqoroh: 85).

……Mengandung wajibnya membebaskan tawanan. Dalam hal ini ada hadits-hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam yang menyatakan beliau menebus para tawanan dan menyuruh membebaskan mereka. Itulah yang diamalkan oleh kaum muslimin dan telah tercapai ijma’ dalam hal ini.” Wajib membebaskan tawanan dengan harta baitul mal, kalau tidak maka wajib bagi seluruh kaum muslimin. Siapa di antara mereka sudah melakukannya berarti telah menggugurkan kewajiban itu atas yang lain.”

Beliau juga mengatakan: Imam Malik rahimahullah menyatakan: Manusia wajib menebus tawanan-tawanan mereka sekalipun menghabiskan seluruh harta mereka. Ini juga sudah menjadi ijma’. [Al Qurthubi 2/242]. Dalam buku Radhu al Thalib Syarhu Asna al Mathalib 4/69 disebutkan,” Kalau mereka menawan seorang muslim dan kita masih mempunyai harapan membebaskannya dari tanngan mereka maka wajib ‘ain jihad melawan mereka sekalipun mereka tidak masuk negara kita karena kehormatan seorang muslim lebih besar dari kehormatan negara, juga karena hadits Imam Bukhari, ”Bebaskan tawanan.” Jika kita tidak mempunyai harapan bisa membebaskannya maka jihad tidak menjadi fardhu ‘ain tetapi kita akhirkan karena terpaksa.”

Sabtu, 28 Januari 2012

Penyelewengan Dari Jihad Dan Jawapannya

Dialog Antara Muwahhid Dan Munafiq

(Arrahmah.com)
– Sebuah dialog ringan antara al Haq (Muwahhid) dan al Bathil (Munafik) mengenai urgensi Jihad fie sabilillah. Dialaog ini akan menunjukkan bagaimana sang munafik ini ingin membelok-belokkan makna Jihad menjadi rancu, namun sang muwahhid bisa membalasanya dan meluruskanya dengan jawaban-jawaban yang sangat cerdas yang disador dari Al Qur’an dan Al Hadits. Semoga dialog ini mencerdaskan dan membuka hati mereka yang membecinya, Insya Allah.
***
[Munafik]
“Apakah Anda mengetahui tentang jihad fi sabilillah ?”

[Muwahid]
Kami tidak akan menjawabnya secara ratio, kami menjawabnya sebagaimana Rosululloh menjawab pada saat para Shohabat bertantang kepadanya,

“Apa hijroh yang terbaik? Beliau menjawab,”Al Jihad Fii sabilillah”, mereka bertanya,”Apa jihad itu yaa Rosululloh? “Beliau menjawab,”memerangi Kuffar jika kamu datang kepada mereka (berperang)” Mereka bertanya,”Apa jihad yang terbaik?” Beliau menjawab “Seseorang yang kudanya terjatuh dan darahnya mengalir” (Musnad Imam Ahmad)

Dan dalam riwayat yang lain, Shohabat bertanya,”Manakah (kondisi) terbunuh yang sebaik-baiknya ?” Rosululloh menjawab,”Seseorang yang darahnya mengalir dan kudanya terbunuh.” (Abu Daud)

Maka tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan bahwa sebaik-baik jihad adalah menuntu ilmu dan sebagainya, tetapi sebaik-baik jihad adalah terbunuh. Juga dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rosululloh bersabda,

“Pergilah dan kembalilah ke medan pertempuran karena Alloh, itu lebih baik daripada dunia dan seisinya dan sebaik-baik Ghazwa adalah pada saat darahnya mengalir dan kudanya terbunuh.”

[Munafik]
Tetapi waktu kita saat ini tidak sama dengan masa lalu, dimana ada Khilafah dan sebagainya, pada saat ini tidak ada jihad dengan pedang, tetapi pada saat ini jihad dengan pena, satelit dan sebagainya, dari ekonomi, voting dan sebagainya… kita harus membangun infrastruktur dari Ummat sebelum kita berperang.

[Muwahid]
Alasan mengapa kita harus berperang sekarang adalah karena Alloh memerintahkan kita,

“Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).” (QS An Nisaa: 84)

Alloh menjelaskan bahwa kita hanya harus berusaha dan Alloh selanjutnya akan menentukan hasilnya. Menghentikan jihad dan mencegah mujahidin atau mengecilkan hati orang-orang dari berperang adalah sebuah karakter dari Munafiqun. Alloh Ta’ala berfirman,

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka….”(QS Muhammad 47: 4)

Alloh tidak mengatakan, pada saat kamu bertemu musuh,”tuntutlah ilmu” atau “bangunlah infrastruktur”, tetapi Alloh memerintahkan kita untuk memerangi mereka.

Lebih lanjut, Alloh memerintahkan kita untuk menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran. Salah satu dari menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran adalah menyeru orang untuk sholat, puasa, membantu orang yang membutuhkan dan sebagainnya, dan di antaranya yang telah disepakati Ulama adalah,

“Tidak ada yang bisa menyamai jihad fii sabilillah (pada saat itu menjadi fardhu ‘ain)”

Pada saat jihad menjadi fardhu ‘ain, itu bahkan di atas sholat, zakat, haji dan semua ibadah lainnya, pada saat kita berperang dalam jihad defensif, jihad kita adalah sholat kita, kita tidak bisa menghentikan jihad bahkan untuk sholat, jadi bagaimana bisa menghentikan jihad dengan tujuan untuk menuntut ilmu?

[Munafik]
Kita tidak bisa berjihad; jika mempunyai hutang, bayarlah hutang terlebih dahulu.

[Muwahid]
Dalam jihad defensif kita tidak perlu membayar hutang terlebih dahulu, Imam Ibnu Qudama Al Maqdisi dalam Al Mughni jilid 9 berkata,

“Jika jihad menjadi Fardhu ‘ain, dia tidak perlu meminta izin dari seseorang yang memberikannya pijaman, itu teks dari Imam Ahmad, dari Ibnu Abbas,”Jika jihad menjadi fardhu, dia tidak perlu meminta izin dari orang yang meminjamkannya.”

[Munafik]
Laksanakan Sholat dulu.

[Muwahid]
Sholat adalah kewajiban dan meninggalkannya adalah kufur, tetapi jika jihad menjadi fardhu ‘ain, itu menjadi lebih penting daripada sholat, Imam empat mahzab menyetujui bahwa sholat adalah Fardhu, puasa adalah fardhu, zakat adalah fardhu, tetapi jika jihad menjadi fardhu ‘ain, itu lebih utama dari semua ibadah yang lain tetapi dia seharusnya melakukan sebisa mungkin jika dia bisa melakukannya, Imam Ahmad bahkan berkata,

“Jika musuh datang, kemudian sepanjang dia berperang, dia tidak bertanggungjawab atas semua kewajibannya yang lain sampai musuh berhenti.”

Imam Qurtubi berkata,

“Adalah sebuah kewajiban atas Imam untuk tetap menaklukan musuh setiap tahun…”

Ibnu Katsir berkata,

“Kita harus memerangi kuffar yang paling dekat sampai kita berjalan untuk mendatangi mereka.”

Alloh berfirman,

“Wahai orang-orang beriman perangilah orang-orang kafir yang paling dekat denganmu.”

Ini mempunyai implikasi, jika musuh memasuki negeri kita, mereka sangat dekat dengan kita kemudian kita harus memerangi mereka, jika mereka tidak masuk ke negeri muslim tetapi pemerintah mendeklarasikan Kufur Bawah (kekufuran yang nyata), mereka adalah musuh yang paling dekat dengan kita. Kemudian, jika ada Khilafah, musuh yang paling dekat adalah Kuffar yang berada di luar batas negara yang tidak mempunyai perjanjian dengan kita.

[Munafik]
Mengapa kita berperang?

[Muwahid]
Karena kita bukan Munafiqun dan seseorang yang tidak berparang adalah Munafiq, Nabi Muhammad sholallohu ‘alaini wasallam bersabda,

“Siapa saja yang mati dalam keadaan tidak berperang dan tidak juga mempunyai niat untuk berperang di jalan Alloh dia mati dalam sebuah cabang Nifaq.”

Dan jika kita tidak mengatakan demikian, Alloh berfirman,

“Jika kamu tidak berperang Alloh akan mengazabmu dengan amat pedih.”

Rosululloh bersabda,

“Seseorang yang tidak berperang tidak juga menyiapkan orang-orang yang berperang, tidak juga memperhatikan keluarga orang-orang yang berperang, Alloh akan mengirimkan kepadanya sebuah azab sampai hari pengadilan.”

[Munafik]
Setalah jihad, apakah yang kamu lakukan sebagai pengganti? Kita membutuhkan enginer (insinyur), dokter dan sebagainya.

[Muwahid]
Kita tidak mengatakan janganlah pergi berjihad karena kamu tidak mempunyai sebuah jawaban, kita membutuhkan enginer untuk membangun gedung, tapi, itu menjadi tidak penting jika kuffar masih membunuh Muslim, Alloh berfirman,

“Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).” (QS An Nisaa, 4: 84)

Alloh tidak pernah memerintahkkan kita untuk menteror Kuffar dengan gelar, derajat dan pendidikan, Alloh berfirman,

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Alloh dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Alloh mengetahuinya.” (QS Al Anfal, 8: 60)

wallahu a’lam bish showab..
(saif al battar/ fursan/arrahmah.com)

Selasa, 3 Januari 2012

MAKNA JIHAD : Perang Fi Sabilillah


Makna Hakiki Jihad

* Jihad itu di dalam Al Qur'an dan Sunnah memiliki istilah qur-aniy, istilah robbani yang
artinya adalah PERANG, dan jihad itu hukumnya akan tetap fardlu 'ain sampai seluruh daerah ---yang dahulu pernah menjadi daerah Islam --- kembali ke tangan kaum muslimin.
Dan jihad --- yakni perang --- itu hukumnya akan tetap fardlu 'ain sepanjang hidupmu.
Taruhlah, seandainya engkau berjihad di Palestina atau di Afghanistan kemudian kita dapat
membebaskan Palestina, bukan berarti fardlu 'ain telah selesai. Engkau wajib berpindah ke daerah lain dan seterusnya.

Belajarmu bukanlah jihad. Ilmumu bukanlah jihad. Dudukmu bersama saudara-saudaramu
di dalam halaqoh-halaqoh ilmu bukanlah jihad. Jihad adalah perang, selama panji jihad masih
berkobar, selama tombak-tombak masih terhunus, dan selama engkau dalam keadaan sehat danmemungkinkan untuk memanggul senjata.

Ini haruslah tegas. Harus tegas minimal terhadap ayat-ayat Al Qur'an. Harus tegas terhadap
robbmu dan terhadap nabimu shollallohu 'alaihi wa sallam serta terhadap nash-nash Al Qur'an.

Jika kita lalai, kita harus mengakui bahwasanya diri kita lalai. Jika kita tidak mampu terbang dari sangkar yang kita bikin sendiri maka kita harus mengakui bahwasanya kita telah mengepakngepakkan sayap kita kemudian kita menabrak atap sangkar yang kita hidup di dalamnya,kemudian kita turun sedangkan kita tidak mampu untuk bebas.

Jihad --- yakni perang dengan senjata --- itu sekarang hukumnya adalah fardlu 'ain. Dan akan tetap fardlu 'ain sampai kita dapat mengambalikan seluruh wilayah yang dahulu pernah berada di bawah bendera laa ilaaha illalloh kepada bendera itu kembali. Apakah kalian ingin bersikap tegas kepada robb kalian, terhadap nabi kalian shollallohu 'alaihi wa sallam dan tehadap Al Qur'an yang mulia? Inilah hukum syar'inya.

* Dan jihad itu adalah ibadah seumur hidup. Ibadah yang tidak akan selesai kecuali dengan keluarnya nyawa dari badan. Sama persis dengan sholat. Sebagaimana sholat tidak akan gugur dari pundakmu kecuali setelah nyawamu keluar. tidak boleh beralasan dengan angan-angan, dan tidak boleh membuat-buat alasan, dan juga tidak boleh memelintir-melintir ayat dan hadits, dan juga tidak boleh mempermainkan ayat-ayat Al Qur'an … jihad artinya adalah perang.

Silahkan kalian berperang di Palestina. Palestina terbuka untukmu. Jika engkau dapat berjihad di sana? Silahkan kalian berjihad di Afghanistan, jika engkau dapat berjihad di sana? Piliphina tebuka. Adapun jika jihad terus berkecamuk dan perang terus berkobar, langit melontarkan baranya dan bumi memuntahkan laharnya selama berpuluh-puluh tahun di Afghanistan namun engkau tidak pergi juga ke sana, berarti engkau memang tidak pernah berpikir untuk berjihad.


ومن مات ولم يغز ولم يحدث نفسه بغزو مات على شعبة من النفاق

Dan barang siapa yang mati dan belum pernah berperang, dan tidak pernah terbersit dalam
hatinya untuk berjihad maka dia mati dalam salah satu cabang kemunafikan. (HR. Muslim)
Harus terbersit di dalam hatimu untuk berperang.


ولو أرادوا الخروج لأعدوا له عدة

Seandainya mereka mempunyai keinginan untuk berangkat berperang tentu mereka akan
menyiapkan persiapan.


Maka kita memohon kepada Alloh tidak menjadikan kita termasuk orang yang Alloh tidak
menyukai untuk berangkat berjihad sehingga Ia akan menjadikan kita tidak berangkat dan
dikatakan kepada kita; Duduklah bersama orang-orang yang duduk.
Dan pada saat sekarang, dalam kondisi seperti ini …


Orang-orang yang beriman kepada Alloh dan kepada hari akhir tidak akan memita ijin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan nyawa mereka. Dan Alloh Maha mengetahui terhadap orang-orang yang bertaqwa. Sesungguhnya orang yang meminta ijin kepadamu itu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Alloh dan hari akhir, hati mereka bimbang sehingga mereka bingung dalam keraguan mereka. (QS. At Taubah: 44-45)


* Dalil yang menunjukkan bahwa jihad itu adalah perang yaitu: Rosululloh shollallohu
'alaihi wa sallam pernah ditanya: Amalan apa yang dapat menyamai pahala jihad? Beliau
menjawab: Kalian tidak akan dapat melakukannya --- amalan apa yang dapat menyamai pahala
jihad?.. kalian tidak akan dapat melakukannya --- kemudian beliau bersabda: Apakah engkau
sanggup apabila mujahid itu berangkat berjihad engkau masuk ke masjid kemudian sholat tanpa istirahat, atau berpuasa dan tidak berbuka sampai mujahid itu kembali? Para sahabat mengatakan: Siapa yang dapat melakukan hal itu? Beliau bersabda: Itulah pahala mujahid. Orang yang berjihad di jalan Alloh itu seperti orang yang berpusa dan sholat dengan khusyu', dan tidak berhenti-henti sampai mujahid itu kembali. (HR. Al Bukhori)

Kemudian kita menafsirkan makna jihad dengan jihadun nafs (jihad melawan hawa nafsu) ..
bukankah puasa itu jihadun nafs? Bukankah sholat itu jihadun nafs? Kenapa Rosululloh
shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya kalian tidak akan sanggup menyamai pahala mujahid? Artinya; mujahid itu menurut beliau bukanlah seperti itu. Mujahid adalah orang yang berperang, inilah mujahid. Ini adalah istilah syar'i sehingga tidak boleh dipermainkan, seperti sholat. Sholat itu artinya adalah berdiri, ruku', sujud dan membaca bacaan-bacaan tertentu yang telah ditetapkan Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam.
Jika ada seseorang berdo'a, lalu ia mengatakan; Saya telah melaksanakan sholat, karena
sholat secara bahasa artinya adalah do'a, lalu apakah Alloh akan menerima sholatnya? seandainya ia merubah istilah syar'i, Alloh tidak akan menerima sholatnya. Sholat adalah sebuah istilah syar'i.

Puasa adalah sebuah istilah syar'i yang telah ditentukan oleh Rosululloh shollallohu 'alaihi
wa sallam, yaitu: menahan makan, minum dan bersetubuh sejak terbit fajar shodiq sampai
terbenam matahari. Adapun jika ada seseorang menahan diri untuk tidak berbicara, lalu ia
mengatakan: Saya sedang berpuasa. Ia mempermainkan istilah syar'i yang telah ditentukan orangyang menerima wahyu.


نزل به الروح الأمين على قلبك لتكون من المنذرين بلسان عربي مبين
Yang telah menurunkannya ruhul amin kepada hatimu, supaya engkau menjadi orang yang
memberi peringatan, dengan menggunakan bahasa Arab yang nyata. (QS. 193-195)


Ini adalah istilah syar'i. Jihad adalah sebagaimana sholat dan puasa., seperti zakat dan seperti
haji, yang maksudnya telah ditetapkan oleh syari'at. Sekali-kali tidak boleh mempermainkannya.

Jihad artinya adalah perang di jalan Alloh. Jihad adalah perang. Adapun perkataan orang yang
berbunyi: Kami telah kembali dari jihad kecil menuju jihad besar. Yang menganggap jihad dalam pertempuran, roket yang berterbangan di atas kepala, pesawat-pesawat tempur memuntahkan bom dari atas kepala! …


آفى ببارقة السيوف فوق رأسه فتنة
Cukuplah kilatan pedang diatas kepalanya itu sebagai fitnah…


Ini dianggap sebagai jihad kecil?! Sedangkan jihad akbar adalah menyerang pesawat tempur,
sedangkan engkau tiarap di dalam rumah kalian?!... benar … masuk akal?! … apakah masuk akal yang seperti ini adalah jihad kecil sedangkan yang itu adalah jihad besar?! Demi Alloh, ini
tidaklah adil?! Demi Alloh, mereka itu dusta. Ini adalah hadits maudlu' (palsu) dan tidak ada
asalnya. Berdusta atas nama Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam, ini adalah hadits palsu, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam tidak pernah mungucapkannya, dan juga tidak ada seorang sahabatpun yang mengucapkannya. Perkataan tersebut adalah perkataan salah seorang tabi'in yang bernama Ibrohim bin Abi 'Ablah, dan perkataan itu salah.

Bagaimana mungkin yang ini jihad kecil sedangkan yang itu jihad besar?!... kita kembali
kepada istilah syar'i: Jihad adalah perang, demikianlah ketentuannya ketika Alloh berfirman:


Maukah kalian Aku tunjukkan kepada perbiagaan yang dapat menyelamatkan kalian dari siksa
neraka. Yaitu kalian beriman kepada Alloh dan Rosulnya, dan kalian berjihad di jalan Alloh
dengan harta dan jiwa kalian. (QS. Ash Shoff:10-11)


Apakah artinya; hendaknya kalian berpuasa?!.. ataukah artinya; hendaknya kalian mengerjakan
sholat?!..


تجاهدون في سبيل الله بأموالكم وأنفسكم
… kalian berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwa kalian..


Apakah artinya; hendaknya kalian melaksanakan qiyamul lail?!... Alloh berfirman; kalian
berjihad, artinya adalah kalian berperang.

Oleh karena itu, istilah ini haruslah betul-betul jelas dan tidak samar lagi sedikitpun.

(SILA DOWNLOAD KITAB AN NIHAYAH WAL KHULASOH, KLIK DI LINK INI http://www.4shared.com/document/JrAr4SGm/An_nihayah_wal_khulasoh_azzamp.htm )

Selasa, 27 Disember 2011

Blog Baru

Dengan ini, saudara sekelian dijmput menziarah blog baru, pedang jihad kembali terhunus..

http://pedang-jihad.blogspot.com

Semoga kita diberkati Allah, dihidayahkanNya..

Khamis, 22 September 2011

Bolehkah Tidak Mahu BERPERANG Di Jalan ALLAH?


"Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (untuk tidak berperang) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu. Oleh itu mereka sentiasa bingung teragak-agak dalam keraguannya. Dan kalaulah mereka mahu keluar (untuk turut berperang), tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian mereka, lalu dilemahkanNya semangat mereka, dan dikatakan (oleh Syaitan): "Tinggalah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal" " (At-Taubah: 45-46)



"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu, apabila dikatakan kepada kamu: "Pergilah beramai-ramai untuk berperang pada jalan Allah", kamu merasa keberatan (dan suka tinggal menikmati kesenangan) di tempat (masing-masing)? Adakah kamu lebih suka dengan kehidupan dunia daripada akhirat? (Kesukaan kamu itu salah) kerana kesenangan hidup di dunia ini hanya sedikit jua berbanding dengan (kesenangan hidup) di akhirat kelak.

Jika kamu tidak pergi beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah - membela ugamaNya), Allah akan menyeksa kamu dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya dan Ia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat mendatangkan bahaya sedikitpun kepadaNya. Dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu." (at-taubah 38-39)



"Pergilah kamu beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah), sama ada dengan keadaan ringan (dan mudah bergerak) ataupun dengan keadaan berat (disebabkan berbagai-bagai tanggungjawab); dan berjihadlah dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah (untuk membela Islam). Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. (At-Taubah 41)



"Katakanlah Wahai Muhammad: Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (At-Taubah:24)



"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Surah. Al Baqarah:216)"



"Perangilah mereka itu sehingga tidak ada fitnah(syirik) lagi dan ketaatan itu semata-mata hanya untuk Allah. Jika mereka berhenti maka tidak ada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zalim" (Al-Baqarah:193)



Wahai Para Nabi! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, nescaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, nescaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, kerana orang2 kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti. (Al-Anfal: 65)



"Kewajipan Jihad (berperang pada jalan ALLAH) itu berlangsung sejak Allah mengutusku (menjadi Rasul) sehingga (ke zaman) umatku yang terakhir memerangi Dajjal" (HR Abu Dawud)



“Barangsiapa yang mati dan belum berperang, serta tidak berniat untuk berperang, maka ia mati dengan membawa satu cabang kemunafikan.” (HR Muslim)



"...Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (PERINTAH) PERANG, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pengsan kerana takut mati, dan KECELAKAANLAH BAGI MEREKA"(Muhammad:20)



‎"orang2 yg tinggal (tiada ikut b'perang) merasa gembira dengan duduk2 diam sepeninggal Rosulluloh.mereka tiada suka brJihad beserta harta & jiwa mereka d jalan ALLOH & mereka b'cakap "jangalah kamu pergi (berperang) dalam panas terik ini"

katakanlah (Muhammad)

"Api neraka Jahanam lebih panas",jikalau mereka mengketahui"

(QS.AT-TAUBAH 82)



Di Antara kata Ketua gerakan islam mengenai Wajibnya jihad (jihad qital)

"“Sesungguhnya kehebatan para Da’ei, kekuatan dan keberkesanan dakwah dan kemuliaan umat islam tidak akan wujud melainkan dengan melaksanakan jihad pada jalan Allah” ~ Asy-Syahid Asy-Syeikh Abdullah Azzam~



"Jika ada rukun Islam keenam, maka jihadlah yang paling layak menduduki tempat itu" ~Said Hawwa~



“Allah mengancam orang-orang yang tidak turut dalam jihad dengan ancaman siksa yang sangat pedih. Allah menghinakan mereka dengan berbagai gelar dan sebutan yang buruk, menganggap mereka pengecut, pemalas, lemah, dan tertinggal di belakang. Allah menjanjikan untuk mereka kehinaan di dunia. Kehinaan yang tidak dapat di hapuskan kecuali dengan berangkat ke medan jihad. Sedangkan di akhirat, Allah menyiapkan untuk mereka siksa yang pedih” ~Asy-Syahid Hassan Al-Banna~



imam hassan al banna menulis kitab 'risalah jihad' yg khusus membahas bab jihad, mengisyaratkan pentingnya dan wajib menunaikan perang d jalan Allah.. boleh baca kitab itu d google.. namun, ada ahli jemaah yg mencedok pemikiran ikhwan muslimin yang TIDAK FAHAM MENGENAI WAJIBNYA QITAL... QITAL ITU ASALNYA FARDHU KIFAYAH, BUKANNYA SUNAT ATAU HARUS!!!!



Bilakah qital fi sabilillah menjadi FARDU AIN?

APABILA SEINCI NEGERI UMAT ISLAM DISERANG OLEH KUFFAR MAKA IA WAJIB UNTUK PEJUANG ISLAM DI NEGERI ITU SAHAJA, JIKA PEJUANG TIDAK MAMPU MENGALAHKAN MUSUH, MAKA SELURUH PENDUDUK NEGERI YG DISERANG ITU WAJIB BERPERANG, FARDHU AIN HUKUMNYA.... TAPI, JIKA PENDUDUK ITU LEMAH (TIDAK MAMPU MENGALAHKAN MUSUH), MAKA KEWAJIPAN ITU BERKEMBANG DI NEGERI2 YG BERJIRAN DGN NEGERI YG DISERANG ITU, JIKA MASIH TIDAK MAMPU MENGALAHKAN MUSUH, MAKA KEWAJIPAN PERANG ITU BERKEMBANG DAN BERKEMBANG SEHINGGA IANYA MENJADI KEWAJIPAN GLOBAL. SELAGIMANA NEGERI ISLAM YG DISERANG ITU TIDAK BERJAYA MENGALAHKAN MUSUH, MAKA HUKUM QITAL TETAP FARDHU AIN UNTUK SEMUA!



Adakah sekarang ini sudah wajib berperang?

Ya, kerana palestin, iraq afghanistan dan PATTANI diserang oleh orang kafir dan mereka sehingga kini tidak mampu mengalahkan musuh Islam, maka sekarang hukum perang itu fardhu ain.



Tapi, umat islam telah meninggalkan kewajipan ini. bahkan tidak mahu bersiap untuk menunaikannya, dan tidak mahu cendrung kearah nya (perang jihad) INI BERTENTANGAN DGN AJARAN ISLAM. KERANA ISLAM MAHU UMATNYA BERPERANG, SEDANGKAN YANG TIDAK MAHU UMAT INI BERPERANG YG SEBENARNYA IALAH MUSUH2 ISLAM!!!!



“Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus.”

An-Nisaa’ :102



Bolehkah kita hanya berjuang d negara kita dan tidak mahu pergi berperang?



Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang beriman adalah saudara.” (Al-Hujuraat: 10)



Rasulullah SAW bersabda: “Orang muslim adalah saudara muslim lainnya.” Muttafaq ‘Alaih.

Rasulullah SAW juga bersabda:

المؤمنون كرجل واحد إذا اشتكى رأسه تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى

Artinya: “Orang-orang beriman ibarat satu orang, jika bagian kepala mengaduh, seluruh badan akan menderita tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim dari Nu’man bin Basyir.)



Tidak ada kelebihan antar kaum muslimin kecuali dengan takwa dan amal sholeh, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah di antara kalian adalah yang paling bertakwa.”Al-Hujuraat: 13

Rasulullah SAW bersabda:

لا فضل لعربي على عجمي ولا لعجمي على عربي ولا لأبيض على أسود ولا لأسود على أبيض إلا بالتقوى ، الناس من آدم وآدم من تراب

Artinya: “Tidak ada kelebihan bagi orang arab atas non arab, orang non arab atas orang arab, orang kulit putih atas kulit hitam, orang kulit hitam atas orang kulit putih kecuali dengan ketakwaan, manusia seluruhnya dari Adam sedangkan Adam berasal dari tanah.” HR. Ahmad dan dishohihkan Al-Albani dalam Syarah Aqidah Thohawiyah dan Shohih Jamius-Shogir(1780).

Mendapatkan pertolongan adalah hak seorang muslim dari saudaranya sesama muslim walaupun negeri mereka berjauhan.

Rasulullah SAW bersabda:

المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يُسْلِمه ، ومن كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته ، ومن فرج عن مسلم كربة فرج الله عنه كربة من كربات يوم القيامة ، ومن ستر مسلما ستره الله يوم القيامة

Artinya: “Orang muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak (boleh) ia dzalimi atau ia serahkan kepada musuh, barangsiapa memenuhi hajat saudaranya Allah akan penuhi hajatnya, barangsiapa membantu memberikan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi seorang muslim, Allah akan berikan jalan keluar baginya ketika menghadapi kesulitan pada hari kiamat, dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim, Allah akan tutupi aibnya pada hari kiamat” HR. Bukhari dari Ibnu ‘Umar.

Muslim meriwayatkan hadits senada dari Abu Huroiroh secara marfu’ dengan lafadz:

المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يَخْذُله

“Orang muslim adalah saudara bagi sesama muslim, tidak (boleh) ia dzalimi atau ia telantarkan.”





Akhir kalam,

Bersamalah kita menghidupkan semula kewajipan jihad qital ini seperti mana yg diajar Rosulullah untuk tetap dipraktikkan pada setiap zaman, kerana ini merupakan tuntutan dan kefardhuan dalam islam. bagaimana diri kita mengaku sebagai pejuang atau amilin islam ATAU AHLI GERAKAN ISLAM sedangkan kita hanya mahu ikut ajaran Islam yg mudah dan tidak mahu mengikut ajaran islam yg membuatkan kita membayangkan kematian, sedangkan ALLAh mengatakan org yg dibunuh kerana berperang d jalan ALLAH itu tidak mati tapi hidup di sisi Tuhan dengan mendapat rezki.. ALLAh juga menyebut sahutlah seruan ALLAh dan Rasul ketika ia menyrumu kepada sesuatu yg dapat menghidupkanmu..



Pergi berperang bukan bererti pergi mati, tapi pergi ke syurga dan bidadari2nya...

Faktor sebenar manusia tidak mahu berperang ialah kerana lemah iman terhadap janji balasan syurga oleh ALLAh kepada org yg pergi berperang



Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan nyawa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahawa mereka akan beroleh Syurga, (disebabkan) mereka berPERANG pada jalan Allah maka (di antara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. (Balasan Syurga yang demikian ialah) sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam (Kitab-kitab) Taurat dan Injil serta Al-Quran; dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual-belinya itu, dan (ketahuilah bahawa) jual-beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar. (at taubah 110)



“Syurga di bawah bayangan pedang.”(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

“Allah Taala telah menjamin bagi orang yang pergi berperang fi sabilillah (untuk menegakkan agama Allah) dengan firmannya: Siapa yang pergi berjihad hanya semata-mata untuk membela dan menegakkan agamaKu, dan kerana iman kepadaKu, serta percaya kepada RasulKu; maka Aku menjamin bahawa aku akan masukkannya ke dalam Syurga (jika dia mati di medan perang) atau mengembalikannya pulang ke rumahnya membawa kemenangan, berupa pahala dan harta pampasan” (Hadis Riwayat Muslim)





WAJIBNYA MENYEDIAKAN KELENGKAPAN DAN PERSEDIAAN UNTUK BERPERANG

"Siapkanlah untuk memerangi mereka (iaitu untuk memerangi kafir harbi) apa saja kekuatan yang kalian mampu dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya" (Surah al-Anfal ayat 60).

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma
"Pergilah kamu beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah), sama ada dengan keadaan ringan (dan mudah bergerak) ataupun dengan keadaan berat (disebabkan berbagai-bagai tanggungjawab); dan berjihadlah dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah (untuk membela Islam). Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. (At-Taubah 41)

Artikelku Yang Popular