Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

~ Analisis Graf Kebangkitan Islam~

Get your own Poll! "Siapkanlah untuk memerangi mereka (iaitu untuk memerangi kafir harbi) apa saja kekuatan yang kalian mampu dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (iaitu persiapan persenjataan yang hebat)(yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya" (Surah al-Anfal ayat 60).
Get your own Poll! "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (untuk tidak berperang) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu. Oleh itu mereka sentiasa bingung teragak-agak dalam keraguannya. Dan kalaulah mereka mahu keluar (untuk turut berperang), tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian mereka, lalu dilemahkanNya semangat mereka, dan dikatakan (oleh Syaitan): "Tinggalah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal" " (At-Taubah: 45-46)

Jom Dapatkan Perkembangan Blog Ni!

Khamis, 30 September 2010

Ayat-ayat Cinta Jihad

Inilah ayat2 daripada ALLAH dan RASULULLAH, yang akan membuatkan kita jatuh cinta pada jihad sehingga terbawa-bawa ke dalam mimpi kita. Serta membuatkan kita berazam tinggi, dan tiada apa lagi yang dapat mematahkan azam kita untuk berjihad meskipun kita menderita dan ditimpa bala bencana secara berterusan. Kita akan sanggup gadaikan apa sahaja demi untuk berjihad. Cinta kita pada jihad mengatasi segalanya.


SEBAHGIAN AYAT QURAN MENGENAI JIHAD

"Katakanlah Wahai Muhammad: Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (At-Taubah:24)


"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Surah. Al Baqarah:216)"

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (qs 2 : 218)


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan dimuka bumi atau mereka berperang, 'kalau mereka tetap bersama kita, tentu mereka tidak akan mati dan tidak akan dibunuh.' Akibat (dari perkataan dan keyajinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan. Dan sungguh kalau kamu gugur dijalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik bagimu dari harta rampasan yang mereka kumpulkan. Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah kamu semua dikumpulkan." (Ali Imran: 156-157)

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapatkan rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan kepada mereka dan mereka bergembira hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang mereka yang belum menyusul, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati ." (Ali Imran: 169-170)



"Karena itu, hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang dijalan Allah, lalu gugur dan memperolah kemenangan, maka kelak akan kami berikan kepadanya pahala yang besar." (An-Nisa: 78)

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang. Dengan begitu, kamu menggetarkan musuh Allah dan musuh kamu." (Al-Anfal: 60)


“Hai nabi, kobarkanlah semangat orang-orang mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantara kamu, mereka dapat mengalahkan seribu dari orang kafir, sebab orang-prang kafir itu tidak mengerti." (A;-Anfal: 65)

"Perangilah mereka, niscaya Allah menyiksa mereka dengan tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakkan hati orang-orang yang beriman. Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana." (At-Taubah: 14-15)



"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar, yaitu orang yang telah diberi Al-kitab, sampai mereka mau membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk." (At-Taubah: 29)

"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (At-Taubah: 41)


"Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan berkata, 'Janganlah kamu berangkat berperang dalam panas terik ini'. Katakanlah, 'Api neraka jahanam lebih panas'. kalau saja mereka mengetahui. Maka hendakah mereka sendiri tertawa dan banyak menangis, sebagai balasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. Maka jika Allah mengembalikanmu pada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta ijin kepadamu untuk pergi berperang, maka katakanlah, 'kamu tidak boleh keluar bersamaku selamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak berperang pada kala yang pertama karena itu, duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.' (At-Taubah: 81-83)

"Akan tetapi, Rasulullah saw dan orang-orang mukmin yang berjihad bersama beliau dengan harta dan jiwa mereka kebaikan dan merekalah orang-orang yang beruntung. Allah menyediakan untuk mereka surga yang dibawahnya terdapat sungai-sungai yang mengalir, mereka kekal didalamnya. Itulah kemenangan yang besar." (At-Taubah: 88-89)


Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain dari pada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (At-Taubah: 111)

"Dan orang-orang yang beriman berkata, 'Mengapa tidak diturunkan suatu surat?' Maka jika diturunkan surat-surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit didalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukai). Tetapi jika saja mereka benar (imannya) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka." (Muhammad: 20-21)



"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (Ash-Shaf: 4)

"Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya), serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha perkasa lagi Mahabijaksana." (Al-Fath: 18-19)



SEBAHGIAN HADIS NABI TENTANG JIHAD

Dari Abu Hurairah ra, berkata saya mendengar Rasulullah saw bersabda, "Demi zat yang diriku ada ditangan-Nya. Kalau bukan karena beberapa orang dari kalangan mukmin, yang jelek mentalnya dan tidak ikut berjihad bersamaku lalu aku tidak mendapati cara untuk mendorongnya, niscaya aku tidak ketinggalan dari satu pun peperangan di jalan Allah. Demi zat yang diriku ada ditangaNya, saya sungguh ingin terbunuh di jalan Allah kemudian hidup lagi, kemudian terbunuh dan hidup lagi, kemudian terbunuh dan hidup lagi, kemudian terbunuh." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda, "Demi dzat yang diriku ada ditanga-Nya, tidaklah seseorang terluka di jalan Allah-Allah Mahatahu siapa yang pantas terluka di jalan Allah-kecuali ia datang pada hari kiamat; warna (luka)nya warna merah darah, tetapi baunya aroma misik."


Dari Anas ra. Berkata, "Pamanku Anas bin Nadhar tidak hadir di perang Badar, lalu berkata, 'Wahai Rasulullah, saya absent di pertempuran pertama yang memerangi orang-orang musyrik. Sungguh jika Allah berkenan menyahidkanku tatkala memerangi orang-orang musyrik, niscaya Allah menyaksikan apa yang aku perbuat." Tatkala perang Uhud terjadi dan kaum muslimin dihantui kekalahan, ia berkata, "Ya Allah, kamu minta maaf tidak bisa berbuat sebagaimana mereka (sahabat-sahabat yang lain) dan saya lepas diri dari apa yang mereka perbuat (kalangan musyrikin)." Seketika itu majulah ia lalu ditemui oleh Sa'ad bin Mu'adz. Anas berkata, 'Wahai Sa'ad, aku ingin surga dan Tuhannya Nadzar. Aku sungguh mencium baunya di balik gunung Uhud." Sa'ad berkata ( kepada Rasulullah), 'Wahai Rasulullah, saya tidak bisa berbuat sebagaimana yang ia lakukan' Berkata Anas bin Malik, 'Kami dapatkan pada tubuhnya (Anas bin Nadhar) delapan puluh sekian luka bekas pukulan pedang, atau lemparan tombak, atau tusukan anak panah. Kami dapatkan ia terbunuh dan di cincang oleh orang-orang musyrik. Tidak satu pun orang yang mengenalinya kecuali saudara perempuannya melalui ujung jarinya.' Berkata Anas, 'Kami melihat, atau mengira, bahwa ayat ini turun berkaitan dengannya, atau orang-orang yang semisalnya (yakni ayat), "Sebagian dari orang-orang mukmin ada orang-orang yang membuktikan apa-apa yang mereka janjikan kepada Allah…" (HR. Bukhari)

Dari Ummu Haritsah binti Suraqah, ia datang kepada Nabi saw. Dan berkata, "Wahai Nabi Allah, tidakkah engkau bercerita kepadaku tentang Haritsah (anaknya yang meninggal karena terkena anak panah nyasar sebelum perang Badar)? Jika ia di surga, saya bersabar. Namun jika tidak demikian, saya akan meratapinya dengan tangisanku." Nabi saw. Menjawab, "Wahai Ummu Haritsah, ada banyak taman di surga. Anakmu memperoleh taman Firdaus yang tertinggi." (HR. Bukhari)


Lihatlah saudaraku, bagaimana surga telah membuat seseorang lupa akan rasa sedih dan lara, serta menggantikannya dengan kesabaran.

Dari Abdullah bin Abu Aufa ra., sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda, "Ketahuilah bahwa surga itu berada di bawah kilatan pedang." (HR. Bukhari-Muslim dan Abu Dawud)

Dari Zaid bin Khalid Al-Jahniy ra., sesungguhnya Rasulullah saw . bersabda, "Barangsiapa menyiapkan kendaraan perang di jalan Allah berarti ia telah ikut berperang, dan barangsiapa meninggalkan perang tetapi menggantinya dengan kebaikan berarti ia pun telah ikut berperang.: (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi) kata-kata "ikut berperang" maksudnya: mendapatkan pahala perang.


Dari Abu Hurairah ra. Berkata, bersabda Rasulullah saw, "Barangsiapa mengkarantina kuda perang untuk jihad di jalan Allah, maka kenyang dan kotorannya (maksudnya segala upaya untuk mengenyangkannya dan tenaga untuk membersihkan kotorannya, pent) akan diimbangi oleh Allah pada hari kiamat." (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra., ditanyakan, Wahai Rasulullah, amal apa yang menyamai pahala jihad di jalan Allah?" Beliau menjawab, "Kalian tidak mampu melakukannya." Maka diulangilah pertanyaan itu dua kali atau tiga kali. Setiap pertanyaan itu dijawabnya, "Kalian tidak mampu melakukannya." Kemudian berkata, Mujahid di jalan Allah itu seumpama orang yang berpuasa, yang mengerjakan shalat, dan yang membaca Qur'an, dimana ia tidak berhenti dari puasa dan shalatnya, sehingga sang mujahid pulang dari medan pertempuran." (HR. Bukhari, Muslim, Nasa'I, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi)


Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, bersabda Rasulullah saw., "Tidak maukah kalian aku beritahu sebaik-baik dan sejelek-jelek orang? Sesungguhnya, sebaik-baik orang adalah seorang yang bekerja di jalan Allah dengan naik kuda, unta, atau berjalan kaki hingga maut menjemputnya. Adapun sejelek-jelek orang adalah orang-orang yang membaca Kitabullah tanpa mencerapnya sedikitpun." (HR. Nasa'i)

Dari Ibnu Abbas ra. Berkata, Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda, "Dua mata tidak disentuh api neraka; mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga di jalan Allah." (HR. Tirmidzi)



Dari Abu Umairah ra. Berkata, bersabda Rasulullah saw., "Terbunuh di jalan Allah itu lebih aku sukai daripada aku memiliki (kerabat) orang-orang kota dan orang-orang desa." (HR. Nasa'i)

Dari Rasyid bin Sa'ad ra. Dari salah seorang sahabat bahwa seseorang berkata, "Wahai Rasulullah, kenapa orang-orang mukmin mendapat ujian di kuburnya kecuali orang yang mati syahid?" Rasulullah saw. Bersabda, "Cukuplah kilatan pedang yang melintas di atas kepalanya sebagai ujian." (HR. Nasa'i)

Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda, "Seseorang yang syahid itu tidak menyentuh kematian kecuali seperti salah seorang dari kalian terkena gigitan (binatang kecil, pent)." (HR. Tirmidzi, Nasa'I, dan Darami. Tirmidzi berkata bahwa itu hadits hasan gharib) ini keistimewaan lain dari seorang yang mati syahid.

Dari Ibnu Mas'ud ra. Berkata, bersabda Rasulullah saw., "Tuhan kita takjub kepada seseorang yang berperang di jalan Allah lalu pasukannya kalah. Ia pun memahami apa yang telah menimpanya, maka kembalilah ia ke medan perang sehungga darahnya menetes. Allah swt. Berfirman kepada malaikat, 'Lihatlah hamba-Ku. Ia kembali ke medan karena menginginkan apa (pahala) yang ada pada-Ku dan takut atas apa (murka) yang ada pada-Ku, sampai meneteslah darahnya. Aku bersumpah dihadapan kalian bahwa Aku telah mengampuninya." (HR. Abu Dawud)


Dari Abdul Khair bin Tsabit bin Qais bin Syammas, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, "Seorang wanita bernama Ummu Khallad, dalam keadaan bercadar, datang kepada Rasulullah saw. Dan bertanya tentang anaknya yang terbunuh di jalan Allah. Berkatalah para sahabat kepadanya, 'Engkau datang untuk bertanya tentang anakmu, tetapi engkau menutup mukamu.' Ia menyahut, 'Kalaupun anakku hilang, rasa maluku tidaklah hilang.' Rasulullah saw. Bersabda kepadanya, 'Sungguh, anakmu mendapatkan pahala dua orang yang mati syahid.' Ia bertanya, 'Mengapa?' Rasulullah menjawab, 'karena ia terbunuh oleh Ahli kitab.' (HR. Abu Daud) Hadits ini menunjukkan keharusan memerangi Ahli Kitab. Dan Allah swt. Melipatgandakan pahala orang yang berperang melawan mereka. Jihad disyariatkan bukan untuk memerangi orang musyrik saja, tetapi juga setiap orang yang tidak memeluk Islam.

Dari Sahl bin Hunaif ra., Rasulullah saw. Bersabda, "Barangsiapa meminta kepada Allah syahadah (mati syahid) dengan hati yang tulus, maka Allah akan menyampaikannya di kedudukan para syuhada', meskipun ia mati di tempat tidurnya." (HR. Abi Dawud, Tirmidzi, Nasa'I, dan Ibnu Majah) Dari Khuraim bin Fatik berkata, Rasulullah saw. Bersabda, "Barangsiapa membelanjakan infaqnya di jalan Allah maka akan dicatat baginya tujuh ratus kali lipat." (HR. At-Tarmidzi dan ia menghasankannya, hadits yang sama juga diriwayatkan oleh An-Nasa'i)

Dari Abu Hurairah ra. Berkata, "Salah seorang sahabat Rasul Allah melewati suatu lembah, yang di dalamnya terdapat oase kecil yang bening sekali airnya. Oase itu sempat menjadikan dia kagum, kemudian berkata, 'Oh, seandainya aku memisahkan diri dari manusia dan bertempat tinggal di tempat ini." Orang tadi memberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah saw., beliau pun bersabda, "Jangan lakukan itu, sesungguhnya maqam salah seorang kamu fisabilillah (berjihad, pent.) itu lebih utama daripada shalat di rumahnya tujuh puluh tahun. Tidakkkah kalian ingin agar Allah mengampuni kalian dan memasukan kalian kedalam surga? Berperanglah fi sabilillah. Barangsiapa berperang fi sabilillah di atas untanya, wajib baginya surga." (HR. Tirmidzi)

Dari Miqdam bin Ma'dikarib berkata, Rasulullah saw. Bersabda, "Seorang syahid di sisi Allah mendapatkan enam keistimewaan Allah mengampuni dosanya sejak awal perjalanan jihadnya, diperlihatkan tempat tinggalnya di surga, dipelihara dari siksa neraka, diberi rasa aman dari goncangan terbesar (hari kiamat), ditaruh diatas kepalanya sebiah mahkota mutu manikam, disana ia lebih baik daripada dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari surga, dan bisa memberi syafaat kepada tujuh puluh anggota keluarganya." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda, "Barangsiapa bertemu Allah (di hari kiamat nanti) tanpa ada bekas sedikitpun dari jihad maka ia bertemu Allah sementara dalam dirinya ada keretakan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) Dari Anas ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda, "Barangsiapa memohon syahadah dengan jujur, maka akan dianugerahkan (syahadah itu)." (HR. Muslim)

Dari Utsman bin Affan, Nabi saw. Bersabda, "Barangsiapa melakukan ribath fu sabilillah (berjaga di medan jihad) satu malam, maka (nilainya) seperti seribu malam dari puasa dan shalatnya." (HR. Ibnu Majah)


Dari Abi Darda' ra. Bahwasannya Rasulullah saw. Bersabda, "Satu kali peperangan di laut itu seperti sepuluh kali peperangan di darat. Dan orang yang bergumul di laut (dalam rangka jihad) adalah seperti orang yang berlumuran darahnya fi sabilillah." (HR. Ibnu Majah) yang dimaksud bergumul di laut pada hadits ini ialah orang yang diguncang dan diombang-ambingkan kapal (dalam rangka jihad). Ini merupakan isyarat tentang keutamaan perang di laut dan mengkonsentrasikan umat akan wajibnya menjaga batas-batas territorial dan memperkuat angkatan laut. Hal itu bisa juga dianalogikan dengan udara maka Allah akan melipatgandakan pahala bagi para pejuang di udara.


Dari Jabir bin 'Abdillah berkata, "Ketika Abdullah bin Amru bin Hizam terbunuh dalam perang Uhud, Rasulullah bersabda, 'Wahai Jabir, maukah kamu saya beri tahu tentang apa yang difirmankan Allah kepada ayahmu?' saya (Jabir) menjawab, 'ya.' Rasulullah saw. Bersabda, 'Tidaklah Allah itu berfirman kepada seseorang kecuali dari balik hijab, sementara Dia berfirman kepada ayah anda dalam keadaan (ayah anda) berjihad. Maka Allah berfirman, 'Wahai hamba-Ku berharaplah kepadaKu, niscaya akan Aku beri.' Ia (hamba tadi) berkata, 'Wahai Rabb-ku, hidupkanlah aku, kemudian aku terbunuh dijalan-Mu untuk kedua kalinya." Dia berfirman, 'Sesungguhnya telah terlanjur bahwa mereka tidak akan dapat dikembalikan (ke dunia lagi).' Ia (hamba tadi) berkata, 'Wahai Rabbku, beritahukanlah kepada orang-orang setelahku.' Maka Allah menurunkan ayat berikut, 'Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahwa mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapatkan rezeki (Ali Imran: 169)." (HR. Ibnu Majah) Dari Anas, dari ayahnya ra., dari Nabi Muhammad Saw. Bahwa beliau bersabda, "Aku mengantarkan seorang mujahid fi sabilillah, maka aku persiapkan kuda tunggangannya diwaktu pagi maupun sore, itu lebih baik bagiku daripada dunia seisinya." (HR. Ibnu Majah) mempersiapkan disini adalah membantu menyiapkan.


Dari Abi Hurairah ra. Berkata, Rasulullah bersabda, "Duta Allah itu tiga. Pejuang, haji, dan orang yang berumrah." (HR. Muslim) Dari Abu Darda berkata, Rasulullah bersabda, "Seorang syahid itu bisa memberi syafa'at kepada tujuh puluh anggota keluarganya."

Dari Abdullah bin Umar ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda, "Jika kalian berjual beli dengan nasi'ah (riba nasi'ah, pent), mengikuti ekor sapi (diperbudak harta benda), sibuk dengan bercocok tanam, dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan atas kalian, yang kehinaan itu tidak akan tercabut dari diri kalian kecuali jika kalian kembali kepada agama kalian." (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dan dinisbahkan Al-Hakim)

Dari Abu Hurairrah ra. Berkata, "Rasulullah bersama para sahabatnya bertolak ke Badar, sehingga mendahului orang-orang musyrik. Setelah itu datanglah orang-orang musyrik. Maka Rasulullah bersabda (kepada tentara kaum muslim), 'Bangkutlah kalian menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.' Umair bin al-Hammam berkata, 'Apa yang menyebabkan kamu berkata 'bukh… bukh…'?' Umair menjawab, 'Bukan ya Rasulullah, aku hanya ingin menjadi orang yang termasuk di dalamnya.' Rasulullah bersabda, 'kau termasuk didalamnya.' Perawi (Abu Hurairah) berkata, 'Kemudian dia mengeluarkan korma dari tangkainya seraya memakannya, kemudian berkata, 'Seandainya saya hidup dengan memakan korma ini, maka itu adlah kehidupan yang panjang.' Maka ia lemparkan kurma yang ada di sisinya, kemudian berperang, sampai akhirnya terbunuh." (HR. Muslim)

Dari Abu Imran berkata, "Kami berada di kota Romawi. Kaum muslimin pun keluar menghadapi mereka dengan jumlah yang sebanding, bahkan lebih banyak. Penduduk Mesir dikomandani oleh Uqbah bin Amir, sementara jamaah (dari Anshar) dipimpin oleh Fudhalah bin Ubaid. Tiba-tiba salah seorang dari tentara kaum muslimin masuk menerobos barisan tentara Romawi, sampai berada ditengah-tengah mereka. Kaum muslimin yang lain berteriak seraya mengatakan, 'Ia telah menjatuhkan dirinya ke dalam binasaan.' Saat itulah Abu Ayyub Al-Anshari bangkit seraya berkata, 'Wahai sekalian manusia, demikianlah kalian menta'wilkan ayat tadi. Sesungguhnya ayat itu turun kepada kami orang-orang Anshar di saat Allah memenangkan Al-Islam dan memperbanyak pengikutnya.' Saat itu sebagian dari kami berbisik kepada sebagian yang lain tanpa sepengetahuan Rasul Allah, 'Sesungguhnya harta-harta kita telah musnah dan Allah telah memenangkan Islam ini serta memperbanyak pengikutnya. Alangkah seandainya kita urus lagi harta-harta kita dan mengembalikan yang telah musnah.' Maka Allah menurunkan ayat kepada Nabi-Nya untuk membantah uneg-uneg kami tersebut, 'Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan…' (Al-Baqarah: 195) Maka yang dimaksud kebinasaan adalah mengurus dan memperbaiki kondisi ekonomi, sementara meninggalkan jihad." Demikianlah Abu Ayyub terus-menerus berjihad sampai akhirnya wafat dan dimakamkan di negeri Romawi." (HR. Tirmidzi) Lihatlah wahai saudaraku, ketika Abu Ayyub mengucapkan hal ini, beliau telah memasuki usia senja, telah melewati masa muda. Namun kendati demikian, ruh, dan keimanannya pantas dijadikan teladan bagi sebuah masa muda yang kuat dengan dukungan Allah dan kemuliaan Al-Islam.

Dari Abu Hurairah ra., dari Rasulullah saw. Bahwa beliau besabda, "Barangsiapa mati (dalam keadaan) belum pernah berperang dan tidak terbesit dalam benaknya keinginan berperang, maka ia mati dalam keadaan munafik." (HR. Muslim dan Abu Dawud. Hadits-hadits yang semakna dengan hadits ini banyak jumlahnya) Hadits-hadits tentang hal itu dan yang sejenisnya, dan juga hadits tentang keutamaan perang di laut daripada di darat, perang terhadap Ahli Kitab, demikian pula hadits-hadits tentang rincian hukum perang, sungguh jauh lebih banyak daripada hanya sekedar dituliskan dalam berjilid-jilid buku. Kami tunjukkan kepada anda sebuah kitab, yakni Al 'Ibrah fi ma Warada 'anillahi wa Rasulihi fi Ghazwi wa; Jihad wal Hijrah, oleh As-Sayyid Hasan Shadiq Khan, sebuah buku yang memang khusus membahas masalah ini; juga kitab Masyari' Al-Asywaq ilaa Mashari' Al-Isyaq wa Mutsirul Gharam ila Darisallam. Dan juga di semua kitab hadits pada bab "Al-Jihad", kita bisa melihat lebih banyak lagi.

Dipetik dari kitab Risalah Jihad,
karangan Mujaddid Ummah,
Al-Imam Hassan Al-Banna.


Saya menyeru kepada semua para pecinta jihad dan perindu mati syahid! Hafallah dalil2 ini sebagai penguat imanmu. Ini adalah rahsia yang sebelum ini mereka sembunyi-sembunyikan!

Khamis, 16 September 2010

Terry Jone Membakar Quran. Apakah Kesannya?




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua pendukung Pendeta Terry Jones tetap melakukan aksi pembakaran Alquran.

Pelakunya adalah Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen, keduanya membakar Alquran pada Sabtu (11/9/2010) di hadapan sekelompok orang yang sebagiannya merupakan wartawan.

Kedua pendeta itu menyiram dua buah Alquran dan sebuah teks Islam lainnya dengan cairan pembakar, lalu menyulutnya dengan api. Mereka menyaksikan bersama-sama kitab suci umat Islam itu menjadi abu.


Aksi dua pendeta itu dilakukan di pekarangan belakang kediaman Old di Springfield. Mereka mengatakan aksinya merupakan pesan dari Tuhan.

Old mengatakan bahwa gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya. "Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya," ujarnya sebagaimana dikutip media online Tennessean.com.


"Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta," katanya sambil memegang Alquran sebelum kemudian membakarnya.

"Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu," kata mereka.

Kedua pendeta itu lantas melakukan apa yang disebutnya sebagai "demonstrasi damai" dengan sedikit gegap gempita. Delapan orang wartawan ikut menyaksikan aksi kedua rohaniwan gereja itu.

Umat Islam Marah Terry Jones


Orang Barat Masuk Islam Beramai-Ramai!


Kebencian Mereka Terhadap Islam Bernyala-nyala, ALLAH tetap menyempurnakan cahaya Islam meskipun mereka benci

Kata ALLAH;

"Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci. "
(8-9 As-Shof)

“Sesungguhnya orang-orang kafir itu, mengimfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi ( Orang ) dari jalan Alllah. Mereka akan terus menginfakkan harta itu. kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan dan kedalam api neraka jahanamlah orang-orang kafir itu akan di kumpulkan."
( QS. AL ANFAL – 36 )

Mereka membakar Quran, tiada Apa Kesan pun Terhadap ALLAH Yang Maha Gagah, Akhirnya, mereka akan dikalahkan.Cahaya Islam tetap tersebar meneragi kegelapan dunia.. Umat Islam akan tetap berpegang teguh dengan Quran bahkan semakin bertambah kuat pegangan mereka. Jika pada zaman Nabi, jangan harap ada yang berani menghina Islam sebegini, krn pasti dia akan dijatuhi hukuman, hukuman ialah terpisahlah antara kepala si kafir itu dari jasadnya...

..Pesanan Syeikh Ahmad Yassin..


Wahai anak-anakku,

a) telah tiba saatnya kalian bangun dan melakukan solat subuh secara berjamaah,sudah sampai saatnya kalian menghiasi diri dgn akhlak yg mulia,mengamalkan al quran dan mencontohi Rasulullah saw


b) Aku menyeru kalian wahai anak-anak utk solat tepat pd waktunya


c) Aku amat berharap kalian semua tidak sibuk dengan muzik dan tidak terjerumus ke dalam arus syahwat serta cinta kepada manusia dan dunia.latihlah diri kalian utk sementara waktu merasakn kehidupan yg sukar.

d) Wahai puteriku,aku mahu kalian berjanji kpd Allah akan mengenakn hijab secara betul dan jujur,serta mengambil peduli ttg agama dan Nabi kalian yg mulia.Haram bg kalian melakukn sst yg blh menarik perhatian pemuda spy mendekati kalian.

Selasa, 14 September 2010

Qiyamat itu Mungkin Pada Zaman Kita, Macam Mana Nak Hadapinya?

Ada seorang Ustaz yg diberi oleh ALLAH keistimewaan2 yg tak diberikan kpd hamba2 ALLAH yg lain. Beliau amatlah ingin berjihad, suatuhari beliau bermimpi bertemu dgn Rasulullah. Dalam mimpi itu, beliau diberikan pedang, baju perisai, serta sejadah. Apabila beliau terjaga dari tidur, semua itu ada d alam nyata. Perkara ini diceritakan oleh anak murid beliau yg menziarahi rumah beliau. Ustaz menceritakan hal ini ketika anak muridnya datang ke rumah.

Ustaz itu pernah menyebut 300 nama orang yang akan membai'ah Imam Mahdi yg mungkin bakal muncul pada lebih kurang 2012/2013/2014 keatas.. Salah seorang dari senarai nama yg disebut itu ialah namanya.


Perkara ini saya tidak paksa anda untuk mempercayainya. Biar anda sendiri yang mengkaji tentang topik "AKHIR ZAMAN" jika anda mahu selamat dalam kehidupan d akhir zaman ini. Carilah sendiri..


Islam bermula dalam keadaan asing dan berakhir dalam keadaan asing.

Sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam:

Islam bermula sebagai (sesuatu yang) asing dan akan kembali menjadi (sesuatu yang) asing seperti awalnya. Maka berbahagialah orang-orang yang asing itu.[1]




Kemusykilan:

Dalam hadisnya di atas Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam telah meramalkan suasana agama Islam dan umatnya sebagai sesuatu yang asing. Ini selalunya dikaitkan dengan suasana umat Islam yang kecil jumlahnya, terpinggir lagi terbuang. Apakah ini yang sebenarnya dimaksudkan oleh Rasulullah ?


Penjelasan:

Sesuatu yang asing tidaklah bererti sesuatu yang kecil atau terpinggir, ia hanya bermaksud sesuatu yang berlainan daripada sesuatu yang lain. Umpamakan sebuah kedai yang menjual koleksi komik daripada pelbagai judul dan watak tetapi di satu sudut dijualnya kitab al-Qur’an al-Karim. Pasti sahaja kitab al-Qur’an tersebut dianggap “asing” oleh para pengunjung kedai, tak kira sama ada jumlah kitab al-Qur’an yang dijual itu melebihi atau mengurangi jumlah komik yang dijual. Namun keasingan kitab al-Qur’an dalam kedai tersebut tidaklah bererti ianya adalah sesuatu yang memiliki nilai ilmiah dan kebenaran yang lebih rendah daripada judul-judul komik dalam kedai tersebut, bahkan ia adalah lebih utama dan mulia dengan gandaan yang besar.


Demikian juga, apabila dikatakan Islam dan umatnya akan menjadi asing, ia tidaklah bererti keasingan yang memencil atau meminggirkannya. Asing di sini ertinya berlainan daripada lain-lain pola hidup dan adab masyarakat.

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan hadis di atas bukanlah atas tujuan meramalkan sesuatu yang negatif terhadap umat tetapi bertujuan memperingatkan umat bahawa pada satu masa nanti mereka akan hidup di kalangan masyarakat yang sangat buruk adab dan perlakuan mereka. Masyarakat ini pula akan memandang syari‘at Islam sebagai sesuatu yang aneh, ketinggalan dan tidak lagi sesuai dengan peradaban semasa.

Oleh itu hendaklah umat Islam tetap beristiqamah atas ajaran Islam yang asal berdasarkan al-Qur’an dan al-Sunnah serta memelihara diri daripada keburukan pola hidup masyarakat lain mahupun pandangan negatif mereka terhadap Islam. Sikap sebeginilah yang dipuji oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hadis di atas: Maka berbahagialah orang-orang yang asing itu.






Khamis, 9 September 2010

Salam Aidil Fitri Untuk Semua Pelawat Blog Ini :-)

Mungkin pada Aidil Fitri ini, saya tidaklah gumbira sangat pun kerana hati ini telah pun ditusuk dengan gergaji yang beerkarat. Sudah terluka, racun karatnya melekat dan sudah bercantum dgn hati saya pula. Mustahil ia dapat dihilangkan. Saya suka menulis blog ni ketika orang tidak mengenali saya, namun setelah orang kenal, macam2 pula jadi, sampai rasa macam dah nak delete saja blog ni... cheewah, mustahil.. mustahil...

Apa-apa pun terima kasih kepada anda semua kerana telah mengimarahkan blog ini, sekurang-kurangnya ada juga ilmu dan pengalaman yang dapat saya peroleh.

Saya ingin mengucapkan

SELAMAT HARI RAYA,
MAAF ZHAHIR DAN BATHIN...

Apa yang keruh, kita lupakan. Apa yg manis, kita kenang-kenangkan. Akhir sekali, perkara paling penting, saya ingin memohon kemaafan serta doa dari anda semua...

:-)

Ahad, 5 September 2010

Kebenaran di sebalik penipuan dan kebetulan.

Iklan-iklan Aidilfitri yang dipaparkan oleh sebuah saluran televisyen terkemuka Malaysia, TV3 setiap kali mendapat sambutan hangat dan komen yang memberangsangkan oleh para penonton dari segi kualiti dan mesej yang disampaikan selain daripada iklan yang dikeluarkan oleh Petronas. Hinggakan ada yang tertunggu-tunggu di kac televisyen setiap kali musim perayaan hampir tiba semata-mata untuk menunggu iklan-iklan ini disiarkan. Namun Iklan Aidilfitri 2010 tampil dengan membawakan 1001 kelainan. Apakah yang lainnya? sila lihat sendiri videonya di link ini:

http://www.youtube.com/watch?v=YKN5jW8WJ9Y

Di sini ada beberapa ulasan tentang iklan yang dipaparkan. Sama ada pembaca-pembaca yang bijak sekalian hendak mempercayainya atau tidak, terpulang.



Scene 1 - Budak Lelaki Melayu sedang menilik-nilik sebuah buku bergambar di malam yang gelap dalam sebuah pondok buruk beratapkan rumbia dengan bertemankan sebiji mentol. Terdapat sebuah sangkar burung yang tergantung di sebelah kanan tingk...ap yang terbuka.

1.Budak Lelaki Melayu - Orang Melayu
2.Buku - Bible
3.Pondok Buruk Beratap Rumbia - Kemiskinan
4.Malam Yang Gelap - Islam yang mundur
5.Mentol Lampu - Pencerahan (Illumination) - Lucifer@Iblis6.Sangkar Burung - Simbol manusia yang terkurung dan terkongkong dengan ajaran ISLAM7.Tingkap Terbuka - Jalan keluar dari kemiskinan dan kemunduran

Scene 2 - Close up sehelai mukasurat yang mempunyai gambar sebuah beca bewarna merah dengan berlatarbelakangkan sebuah pokok Krismas dan North Star (Bintang Utara), menutup sehelai mukasurat lain bertulisan JAWI yang diterbalikkan (inverted).

1.Mukasurat Bergambar - Bible (Christianity)
2.Mukasurat Jawi terbalik - Al-Quran yang dihinakan
3.Beca Merah - Samaran untuk kenderaan Santa Claus4.North Star - Bintang Kelahiran Horus (Dajjal)
Pokok Krismas - Simbol Paganism



Scene 3 - Keluarnya bintang-bintang kecil beraura yang membawa cahaya dari gambar beca. Budak Melayu delighted (kagum dan gembira). Bintang-bintang berterbangan keluar dari tingkap rumah buruk lalu membentuk sebuah beca merah berlampu lip-lap dengan seorang lelaki separuh abad yang memakai songkok (bukan ketayap) putih dan berambut putih. Lelaki separuh abad mempelawa budak Melayu untuk bersama-sama menaiki beca merah dan seterusnya meninggalkan pondok buruk.

1.Bintang-bintang kecil beraura - Keajaiban, kekayaan, kemahsyuran, kemodenan etc.
2.Lelaki Rambut Putih Dan Bersongkok Putih - POPE - Ketua Agama Kristian
3.Pelawaan Menaiki Beca - Pelawaan Masuk Kristian

Scene 4 - Budak Lelaki Melayu dengan seorang Budak Perempuan Melayu masuk ke dalam beca dan terus duduk bersandar. (Scene ini memaparkan kejayaan memurtadkan (merosakkan) Bangsa Melayu)

1.Budak Lelaki Dan Budak Perempuan Melayu - Bangsa Melayu.

Scene 5 - Beca terbang ke Pulau Pinang, Teluk Intan, dan Kuala Lumpur. Tempat-tempat ini bercahaya dan bersinar (illuminated) dengan kehadiran beca merah.

1.Pulau Pinang - Tempat Illuminati mula bertapak (Francis Light)
2.Teluk Intan, Hilir P...erak (Anson) - Ada Illuminati Lodge kat sini. Rotary club pun bersepah.
3.Kuala Lumpur - Malaysian Illuminati punya capital.

Scene 6 - Tiba-tiba ada satu pasangan tambahan budak lelaki/perempuan melayu dalam beca.

1.Pasangan Melayu Extra - Murtad dan kerosakan makin berkembang dan mendapat sambutan

Scene 7 - Beca berhenti depan unit kondo. Satu pasangan budak Melayu lagi diorang pickup. Budak Melayu Kampung gembira sampai bercahaya-cahaya mukanya.

1. Kondo - Bandar/Middle Class. Budak kampung dah diterima oleh orang bandar. Masuk Kristian adalah cool, urban, modern dsbnya.


Cuba perhatikan, mengapa perlu ada awan yang 'menyalib' setiap menara masjid ini? Kebetulan jugakah ini? Atau memang di setiap menara-menara mana-mana masjid terdapat awan seperti ini?


Apa sebab perlu dipaparkan teratai dalam iklan Aidilfitri sedangkan banyak lagi bunga yang boleh disiarkan. Teratai ini mempunyai bahan yang menyala (pelita) di tengahnya seolah-olah teratai Buddha ketika melakukan upacara keagamaan mereka.


Mungkin gambar ini kelihatan biasa bagi sesiapa yang tidak menyedari tapi secara kebetulan atau tidak, inilah hasil penelitian yang diperoleh..


Rasanya semua sudah makruf tentang bintang 6 bucu yang terpapar bukan? Masya Allah.. Anda punya akal, nilailah kesemua ini dengan akal bijak anda..

Mungkinkah semua ini adalah kebetulan? Banyakkan membaca tentang agenda kafir laknatullah terhadap umat Islam memandangkan iklan ini berkaitan dengan perayaan umat Islam. Ingatlah, Allah berfirman dalam al-Quran: "Tidak akan pernah redha orang2 Yahudi dan Nasrani kerhadap kamu sehingga kamu menuruti telunjuk mereka" (2:120).



ADAKAH KITA MAHU BERDIAM DIRI MELIHAT AQIDAH UMAT ISLAM DIROSAKKAN SECARA HALUS???

Di bawah ini ialah video TV3 mohon maaf diatas penyiaran iklan ini

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma
"Pergilah kamu beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah), sama ada dengan keadaan ringan (dan mudah bergerak) ataupun dengan keadaan berat (disebabkan berbagai-bagai tanggungjawab); dan berjihadlah dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah (untuk membela Islam). Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. (At-Taubah 41)

Artikelku Yang Popular