Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

~ Analisis Graf Kebangkitan Islam~

Get your own Poll! "Siapkanlah untuk memerangi mereka (iaitu untuk memerangi kafir harbi) apa saja kekuatan yang kalian mampu dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (iaitu persiapan persenjataan yang hebat)(yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya" (Surah al-Anfal ayat 60).
Get your own Poll! "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (untuk tidak berperang) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu. Oleh itu mereka sentiasa bingung teragak-agak dalam keraguannya. Dan kalaulah mereka mahu keluar (untuk turut berperang), tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian mereka, lalu dilemahkanNya semangat mereka, dan dikatakan (oleh Syaitan): "Tinggalah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal" " (At-Taubah: 45-46)

Jom Dapatkan Perkembangan Blog Ni!

Ahad, 17 Oktober 2010

KEWAJIPAN MeMbanGkitKaN SeManGaT JIHAD

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbilalamin, washolatu wassalamu ala asyrofil anbiyai wal murasil wa ala alihi wa shohbihi ajma'in. Amma ba'd.

Qala Taala:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

“Hai Nabi, kobarkanlah semangat orang-orang beriman untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.”
Al-Anfal: 65


Dalam ayat di atas, ALLAH menyuruh Para Nabi untuk mengobarkan semangat jihad orang-orang beriman. Kata ulama, semua perintah yang ditujukan kepaa nabi juga ditujukan kepada orang-orang beriman. Bermakna ALLAH menyuruh kita untuk mengobarkan semangat jihad orang beriman yang lain untuk berperang! Ini adalah satu perintah dari ALLAH!!!
Masalahnya sekarang, adakah di sekolah kita itu, orang yang mengobarkan semangat orang lain untuk berperang? Adakah ada subjek di sekolah kita tentang jihad perang? Tiada orang pun yang menjalankan titah perintah ALLAH ini kerana mereka itu 'takut mati, cinta hidup'. Bagaimana mereka ingin mengajak manusia berperang sedangkan mereka sendiri takut untuk berperang? Sekarang! Orang-orang yang mempunyai semangat peranglah yang bertanggungjawab membangkitkan semula semangat perang ke dalam jiwa kaum muslimin. Usah diharapkan orang-orang yang penakut itu untuk menggalas beban jihad ini.


Setiap kali disebutkan perkataan 'perang di jalan ALLAH' di hadapan mereka-mereka yang penakut itu, maka mereka menjawab "ALLAH tak suruh kita berperang betul-betul kut, tapi mungkin ALLAH suruh kita berperang dengan nafsu sahaja.." Kerana penyakit 'cinta dunia, takut mati' mereka itulah mereka sanggup memejamkan kedua mata dan mendiamkan diri dihadapan yahudi yang sedang memperkosa masjid Aqsa! Bilangan mereka ramai, namun jumlah yang ramai itu sedikit pun tidak mampu untuk menggerakkan tangan, lidah dan anggota badan lain untuk berjihad! Sedikit pun jumlah mereka yang ramai itu tidak mampu untuk menyakiti atau menggentarkan yahudi yang sedikit itu.


Mereka yang takut berperang itu dihinakan ALLAH, Firman ALLAH:

"...Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (PERINTAH) PERANG, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pengsan kerana takut mati, dan KECELAKAANLAH BAGI MEREKA" (Muhammad:20)

Menjadi mujahid di jalan ALLAH itu sepatutnya menjadi suatu cita-cita setiap lelaki muslim sepertimana yang disebutkan Nabi:

Dari Abu Hurairah ra., ditanyakan, Wahai Rasulullah, amal apa yang menyamai pahala jihad di jalan Allah?" Beliau menjawab, "Kalian tidak mampu melakukannya." Maka diulangilah pertanyaan itu dua kali atau tiga kali. Setiap pertanyaan itu dijawabnya, "Kalian tidak mampu melakukannya." Kemudian berkata, Mujahid di jalan Allah itu seumpama orang yang berpuasa, yang mengerjakan shalat, dan yang membaca Qur'an, dimana ia tidak berhenti dari puasa dan shalatnya, sehingga sang mujahid pulang dari medan pertempuran." (HR. Bukhari, Muslim, Nasa'I, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi)

Berada di medan perang sepatutnya menjadi suatu tempat perlancongan yang diidam-idamkan oleh setiap muslim, seperti mana sabda Nabi:

Dari Utsman bin Affan, Nabi saw. Bersabda, "Barangsiapa melakukan ribath fi sabilillah (berjaga di medan jihad) satu malam, maka (nilainya) seperti seribu malam dari puasa dan shalatnya." (HR. Ibnu Majah)

Setiap umat Islam wajib bercita-cita untuk berperang pada jalan ALLAH, siapa yang tidak bercita-cita untuk berperang, maka diragui keimanannya, sepertimana hadis Nabi:

Dari Abu Hurairah ra., dari Rasulullah saw. Bahwa beliau besabda, "Barangsiapa mati (dalam keadaan) belum pernah berperang dan tidak terlintas dalam hatinya keinginan berperang, maka ia mati dalam keadaan munafik." (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Tidaklah sama darjat antara orang yang tidak berperang dengan orang yang berperang! Meskipun dia mengatakan bahawa dirinya sedang berjihad juga seperti jihad menuntut ilmu, jihad dakwah, jihad siasah, jihad ekonomi, jihad nafsu dan jihad-jihad lain! Sepertimana firman ALLAH:

“Tidaklah sama antara yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak memiliki uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atau orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menyajikan surga (An Nisa: 95).

ALLAH mengancam orang-orang yang tidak mahu berjihad!

1. Jika kaum muslimin tidak mau pergi berjihad, mereka akan disiksa dengan azab yang pedih.

"Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal keni'matan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit."


(QS At-Taubah ayat 38)

"Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."


(QS At-Taubah ayat 39)

2. Jika kaum muslimin meninggalkan jihad maka mereka akan ditimpa kehinaan yang tidak akan sirna (hilang), kecuali melainkan mereka kembali melaksanakan jihad.

"Bila kamu berjual-beli dengan 'inah (dengan cara riba dan penipuan), mengikuti ekor-ekor lembu, menyukai bercocok tanam, dan kamu meninggalkan jihad, Allah akan menimpakan kehinaan kepada kamu yang tidak akan dicabut sehingga kamu kembali kepada agamamu."


(HR Abu Daud)(Silsilah Hadist Shahih Al-Bani No. 10, 11)

3. Jika suatu kaum meninggalkan Jihad maka Allah akan menghinakan mereka.

"Abu Bakar As-Shiddiq ra berkata : " Wahai manusia sesungguhnya pada tahun pertama didalam bulan seperti bulan ini aku telah mendengar Rasulullah saw berbicara diatas mimbar : "Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad fie sabilillah melainkan Allah hinakan mereka, dan tidaklah suatu kaum meninggalkan amar ma'ruf dan nahi mungkar melainkan Allah ratakan azab atas mereka."


(HR Said bin Mansur).

4. Allah akan menimpakan kefakiran kepada suatu kaum yang meninggalkan jihad.

"Sya'bi berkata : "Ketika Abu Bakar As-Shiddiq naik mimbar, beliau menyebutkan hadist dan didalam hadist itu beliau mengatakan : "Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad fie sabilillah, melainkan Allah timpakan kefakiran terhadap mereka."


(HR Ibnu Asakir)

Mungkin ada orang yang menyangkal : Kita lihat orang ramai telah berpaling daripada jihad tetapi mengapa dikalangan mereka, banyak orang-orang kaya? Didalam hadist Shahih Rasulullah saw menerangkan apa yang dimaksud dengan kaya


"Bukanlah kaya itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kaya yang sebenarnya adalah jiwa yang kaya."


(HR Bukhari)

Demikian yang disebut kaya dalam arti yang sebenarnya, sedangkan manusia yang kita saksikan pada zaman sekarang ini, ketika mereka telah berpaling daripada jihad dan gahnimah, dan diganti dengan menghadapkan perhatiannya kepada berbagai usaha yang berbeda beda apakah itu yang Mubah maupun yang Haram, Allah timpakan atas mereka kefakiran hati, terlalu tamak dan sangat rakus.


Sehingga mereka banyak menolak kewajiban dan banyak makan barang haram sepertu hasil raswah dan sebagainya. Dunia atau harta yang sedikit bagi mereka merupakan suatu yang membuat mereka sangat bimbang. Allah jadikan mereka hina karena tamak dan rakus, sehingga tidaklah sekali kali engkau jumpai salah seorang dari mereka yang beranggapan bahwa rezekinya itu datang dari arah dirinya, melainkan ia telah dikuasai oleh kehinaan dan telah diperhamba oleh ketamakan dan oleh rasa takut kehilangan rezeki.

Sekiranya ia manusia yang kaya, tentu ia akan hidup merdeka. Maka sebenarnya ia adalah orang yang fakir walaupun dia mempunyai harta yang banyak. Walaupun pada zahirnya ia adalah manusia yang aziz, yang mulia tetapi sebenarnya ia telah dikuasai oleh kehinaan.

Sebaliknya orang yang memperoleh rezeki melalui pedangnya, tidaklah demikian keadaannya, karena ia memperoleh rezeki dari ghanimah yang diperoleh dengan pedang dan tanpa menghinakan diri kepada siapapun selain kepada Allah. Dan selain itu karena ghanimah adalah rezeki yang benar-benar halal serta murni tidak bercampur syubhat. Itulah yang menjadikan sebab terangnya hati, terusirnya sifat tamak, bakhil dan rakus.

Dan orang yang memperoleh ghanimah, walaupun keadaan zahirnya itu fakir, tetapi ia memiliki jiwa yang kaya. Walaupun selimut zahirnya itu rendah dan hina tetapi perasaan batinnya mulia dan agung sebagaimana yang disifati oleh Allah swt :

"Lemah lembut terhadap orang-orang mukmin dan tegas terhadap orang-orang kafir."


(QS Al-Maidah 54)

Orang yang mengatakan sekarang bukan zaman Jihad lagi, dilaknat oleh Allah, malaikat dan semua manusia.

"Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : "Jihad itu akan senantiasa manis dan segar selama hujan masih turun dari langit. Akan datang suatu zaman pada manusia yang pada zaman itu ada ulama diantara mereka mengatakan : "Sekarang ini bukan zaman jihad lagi.", Siapa yang mengalami zaman tersebut, maka sebaik-baiknya zaman adalah Jihad." Mereka para (para sahabat) berkata : "Wahai Rasulullah adakah orang yang berkata macam itu?" Beliau saw menjawab : "Ya, yaitu orang yang dilaknat oleh Allah, Malaikat dan Manusia semuanya."


(HR Said bin Mansur)

6. Orang yang mati sedangkan ia belum pernah berperang dan tidak pernah tergerak hatinya untuk berperang, ia mati pada satu cabang kemunafikan.

"Siapa yang mati sedangkan belum pernah berperang dan tidak pernah tergerak hatinya untuk berperang maka ia mati pada satu cabang kemunafikan."


(HR Muslim)

7. Orang yang tidak berperang atau tidak membantu perlengkapan orang yang berperang atau tidak menjaga keluarga orang yang berperang dengan baik, ia akan ditimpa kegoncangan sebelum hari kiamat.

"Siapa yang tidak berperang atau tidak membantu persiapan orang yang berperang, atau tidak menjaga keluarga orang yang berperang dengan baik, niscaya Allah timpakan kepadanya kegoncangan." Yazid bin Abdu Rabbihi berkata :"Didalam hadist yang diriwayatkannya ada perkataan "sebelum hari kiamat."


(HR Abu Daud, Ibnu Majah, Darimi, Baihaqi dan Ibnu Asakir)

Akhir kalam, ayuh kita nyalakan semula semangat ingin berperang dalam jiwa seluruh umat Islam! Kita jadikan diri, keluarga dan masyarakat kita sebagai singa-singa ALLAH. Yang gagah berani menyahut seruan jihad! Yang berlarian memburu syahid! Ayuh kita lakukan segera sehingga terbinalah umat Islam yang gagah berani yang menjadi singa-singa ALLAH! Dengan adanya singa-singa ALLAH, maka bergegarlah dunia ini dengan ngauman mereka! Mereka tidak gentar untuk menerkam seluruh musuh-musuh ALLAH yang menindas Islam selama ini.. Maka terbebaslah seluruh negeri Islam yang dijajahi kuffar. Terbela nasib umat Islam yang tertindas selama ini.. Sudah lama singa-singa ini disuntik dengan ubat pelali, sehingga mereka berdiam diri. MAKA, SEKARANG ADALAH MASA UNTUK MEMBANGKITKAN SEMULA SEMANGAT INGIN BERPERANG KAUM MUSLIMIN UNTUK BERJIHAD!!!!

Tiada ulasan:

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma
"Pergilah kamu beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah), sama ada dengan keadaan ringan (dan mudah bergerak) ataupun dengan keadaan berat (disebabkan berbagai-bagai tanggungjawab); dan berjihadlah dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah (untuk membela Islam). Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. (At-Taubah 41)

Artikelku Yang Popular