Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

~ Analisis Graf Kebangkitan Islam~

Get your own Poll! "Siapkanlah untuk memerangi mereka (iaitu untuk memerangi kafir harbi) apa saja kekuatan yang kalian mampu dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (iaitu persiapan persenjataan yang hebat)(yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya" (Surah al-Anfal ayat 60).
Get your own Poll! "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (untuk tidak berperang) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu. Oleh itu mereka sentiasa bingung teragak-agak dalam keraguannya. Dan kalaulah mereka mahu keluar (untuk turut berperang), tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian mereka, lalu dilemahkanNya semangat mereka, dan dikatakan (oleh Syaitan): "Tinggalah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal" " (At-Taubah: 45-46)

Jom Dapatkan Perkembangan Blog Ni!

Jumaat, 3 Jun 2011

PANDUAN FIQH JIHAD FII SABIILILLAAH (2)

PANDUAN KEDUA

Allah berfirman:

“Jikalau Robbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Alloh menciptakan mereka.”
(QS. Huud: 118-119)

Artinya, Allah SWT menciptakan mereka memang untuk berbeda, baik dari segi agamanya, keyakinan dan pendapatnya. Inilah tafsiran yang masyhur dan shahih dari ayat di atas sebagaimana dikatakan Ibnu Katsir (II/465)

Allah SWT berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Robbmu, tidaklah akan beriman. Meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai pada waktu yang tertentu. Dan jikalau Robbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya.”[1]

Allah SWT memang menghendaki makhluk-Nya terbagi kepada mukmin dan kafir, sebuah kehendak kauniyah qodariyyah yang pasti terjadi. Allah SWT berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.”[2]

Dan Allah berfirman:

Artinya: “Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.”[3]
Maka makhlukpun terbagi kepada kelompok yang mukmin dan yang kafir. Allah SWT berfirman:

Artinya: “Dia-lah yang menciptakan kamu maka diantara kamu ada yang kafir dan diantaramu ada yang beriman.”[4]

Semua ini terjadi setelah tadinya mereka semua beriman, berawal ketika Allah SWT ciptakan Adam AS sebelum akhirnya timbul kesyirikan pada diri anak Adam, sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya: Dan Manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih.”[5]

Ibnu Katsir berkata: Ibnu ‘Abbas berkata: “Rentang waktu antara Adam dan Nuh adalah sepuluh abad, semua orang berada di atas Islam, setelah itu terjadilah perselisihan antara mereka; di antara mereka ada yang mulai menyembah patung, membuat tandingan selain Allah SWT dan beribadah kepada berhala-berhala; ketika ini terjadi maka Allah mengutus para rasul dengan membawa ayat, keterangan serta hujjah-hujjah-Nya yang sangat jelas dan bukti-bukti-Nya yang tak terbantahkan,
... ... الأنفال : 42

agar yang binasa itu binasa atas keterangan yang nyata, dan yang hidup itu hidup atas keterangan yang nyata...” Sampai di sini perkataan Ibnu Katsir.

Saya katakan: “Tatkala muncul kekufuran pada diri anak Adam, Allah SWT mengutus para rasul, sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya: “Manusia itu adalah ummat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.”[6]

Meskipun Allah SWT telah mengutus para rasul-Nya dengan membawa keterangan dan hujjah yang jelas, perselisihan yang bersifat qodari ini terus terjadi; manusia terbagi kepada kelompok mukmin dan kafir, peperangan antar dua kelompokpun tak terelakkan, sebagaimana firman Allah SWT.

Artinya: “Rasul-Rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain; Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada ‘Isa putera Maryam beberapa mu’jizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah Rasul-Rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.”[7]

Tidak ada seorang Rasulpun yang diutus melainkan pasti ada golongan dari kaumnya yang kufur, bahkan Rasulullah SAW bersabda tentang sebagian nabi yang datang pada hari kiamat:
وَيَأْتِي النَّبِيُّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ
“…dan datang seorang nabi sementara tidak ada seorangpun yang mengikutinya.”[8]

Allah SWT kisahkan kepada kita contoh dari hal ini, Allah SWT berfirman:

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): “Sembahlah Allah.” Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.”[9]

Tatkala rasul mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah SWT saja, maka mereka terpecah kepada dua kelompok dan terjadilah permusuhan antara mereka. Demikianlah hingga Allah SWT tutup para rasul dengan diutusnya Muhammad SAW, manusia masih terbagi kepada mukmin dan kafir, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:
وَمُحَمَّدٌ فَرْقٌ بَيْنَ النَّاسِ
Artinya: “…dan Muhammad telah ‘memecah belah’ umat manusia.”[10]

Ini akan terus berlangsung hingga hari kiamat.
Tapi meskipun Allah SWT menghendaki makhluk-Nya terbagi kepada mukmin dan kafir dan ini pasti terjadi, namun kita (sebagai umat Islam) tetap percaya bahwa semua makhluk akan dihisab sesuai amalan yang telah mereka kerjakan sendiri, Allah SWT berfirman:

Artinya: “Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan”[11]

Kita juga beriman bahwa Allah SWT tidaklah sedikitpun menzalimi seseorang. Allah SWT berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri.”[12]

Di dalam sebuah hadits qudsi disebutkan:
يَا عِبَادِيْ إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا
Artinya: “Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah haramkan kedzaliman pada diri-Ku, maka janganlah kalian saling menzhalimi.”[13]




[1] QS. Yunus: 96-99

[2] QS. Yaasin: 82


[3] QS. Al-Ahzaab: 38


[4] QS. At-Taghabun: 2


[5] QS. Yunus: 19


[6] QS. Al-Baqarah: 213


[7] QS. Al-Baqarah: 253


[8] Muttafaq ‘Alaih, dari Ibnu ‘Abbas


[9] QS. An-Naml: 45


[10] HR. Bukhari dari Jabir


[11] QS. Ash-Shaffaat: 39


[12] QS. Yunus: 44


[13] HR. Muslim dari Abu Dzar ra.


Tiada ulasan:

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma
"Pergilah kamu beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah), sama ada dengan keadaan ringan (dan mudah bergerak) ataupun dengan keadaan berat (disebabkan berbagai-bagai tanggungjawab); dan berjihadlah dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah (untuk membela Islam). Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. (At-Taubah 41)

Artikelku Yang Popular