Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

~ Analisis Graf Kebangkitan Islam~

Get your own Poll! "Siapkanlah untuk memerangi mereka (iaitu untuk memerangi kafir harbi) apa saja kekuatan yang kalian mampu dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (iaitu persiapan persenjataan yang hebat)(yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya" (Surah al-Anfal ayat 60).
Get your own Poll! "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (untuk tidak berperang) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu. Oleh itu mereka sentiasa bingung teragak-agak dalam keraguannya. Dan kalaulah mereka mahu keluar (untuk turut berperang), tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian mereka, lalu dilemahkanNya semangat mereka, dan dikatakan (oleh Syaitan): "Tinggalah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal" " (At-Taubah: 45-46)

Jom Dapatkan Perkembangan Blog Ni!

Sabtu, 28 Januari 2012

Penyelewengan Dari Jihad Dan Jawapannya

Dialog Antara Muwahhid Dan Munafiq

(Arrahmah.com)
– Sebuah dialog ringan antara al Haq (Muwahhid) dan al Bathil (Munafik) mengenai urgensi Jihad fie sabilillah. Dialaog ini akan menunjukkan bagaimana sang munafik ini ingin membelok-belokkan makna Jihad menjadi rancu, namun sang muwahhid bisa membalasanya dan meluruskanya dengan jawaban-jawaban yang sangat cerdas yang disador dari Al Qur’an dan Al Hadits. Semoga dialog ini mencerdaskan dan membuka hati mereka yang membecinya, Insya Allah.
***
[Munafik]
“Apakah Anda mengetahui tentang jihad fi sabilillah ?”

[Muwahid]
Kami tidak akan menjawabnya secara ratio, kami menjawabnya sebagaimana Rosululloh menjawab pada saat para Shohabat bertantang kepadanya,

“Apa hijroh yang terbaik? Beliau menjawab,”Al Jihad Fii sabilillah”, mereka bertanya,”Apa jihad itu yaa Rosululloh? “Beliau menjawab,”memerangi Kuffar jika kamu datang kepada mereka (berperang)” Mereka bertanya,”Apa jihad yang terbaik?” Beliau menjawab “Seseorang yang kudanya terjatuh dan darahnya mengalir” (Musnad Imam Ahmad)

Dan dalam riwayat yang lain, Shohabat bertanya,”Manakah (kondisi) terbunuh yang sebaik-baiknya ?” Rosululloh menjawab,”Seseorang yang darahnya mengalir dan kudanya terbunuh.” (Abu Daud)

Maka tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan bahwa sebaik-baik jihad adalah menuntu ilmu dan sebagainya, tetapi sebaik-baik jihad adalah terbunuh. Juga dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rosululloh bersabda,

“Pergilah dan kembalilah ke medan pertempuran karena Alloh, itu lebih baik daripada dunia dan seisinya dan sebaik-baik Ghazwa adalah pada saat darahnya mengalir dan kudanya terbunuh.”

[Munafik]
Tetapi waktu kita saat ini tidak sama dengan masa lalu, dimana ada Khilafah dan sebagainya, pada saat ini tidak ada jihad dengan pedang, tetapi pada saat ini jihad dengan pena, satelit dan sebagainya, dari ekonomi, voting dan sebagainya… kita harus membangun infrastruktur dari Ummat sebelum kita berperang.

[Muwahid]
Alasan mengapa kita harus berperang sekarang adalah karena Alloh memerintahkan kita,

“Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).” (QS An Nisaa: 84)

Alloh menjelaskan bahwa kita hanya harus berusaha dan Alloh selanjutnya akan menentukan hasilnya. Menghentikan jihad dan mencegah mujahidin atau mengecilkan hati orang-orang dari berperang adalah sebuah karakter dari Munafiqun. Alloh Ta’ala berfirman,

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka….”(QS Muhammad 47: 4)

Alloh tidak mengatakan, pada saat kamu bertemu musuh,”tuntutlah ilmu” atau “bangunlah infrastruktur”, tetapi Alloh memerintahkan kita untuk memerangi mereka.

Lebih lanjut, Alloh memerintahkan kita untuk menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran. Salah satu dari menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran adalah menyeru orang untuk sholat, puasa, membantu orang yang membutuhkan dan sebagainnya, dan di antaranya yang telah disepakati Ulama adalah,

“Tidak ada yang bisa menyamai jihad fii sabilillah (pada saat itu menjadi fardhu ‘ain)”

Pada saat jihad menjadi fardhu ‘ain, itu bahkan di atas sholat, zakat, haji dan semua ibadah lainnya, pada saat kita berperang dalam jihad defensif, jihad kita adalah sholat kita, kita tidak bisa menghentikan jihad bahkan untuk sholat, jadi bagaimana bisa menghentikan jihad dengan tujuan untuk menuntut ilmu?

[Munafik]
Kita tidak bisa berjihad; jika mempunyai hutang, bayarlah hutang terlebih dahulu.

[Muwahid]
Dalam jihad defensif kita tidak perlu membayar hutang terlebih dahulu, Imam Ibnu Qudama Al Maqdisi dalam Al Mughni jilid 9 berkata,

“Jika jihad menjadi Fardhu ‘ain, dia tidak perlu meminta izin dari seseorang yang memberikannya pijaman, itu teks dari Imam Ahmad, dari Ibnu Abbas,”Jika jihad menjadi fardhu, dia tidak perlu meminta izin dari orang yang meminjamkannya.”

[Munafik]
Laksanakan Sholat dulu.

[Muwahid]
Sholat adalah kewajiban dan meninggalkannya adalah kufur, tetapi jika jihad menjadi fardhu ‘ain, itu menjadi lebih penting daripada sholat, Imam empat mahzab menyetujui bahwa sholat adalah Fardhu, puasa adalah fardhu, zakat adalah fardhu, tetapi jika jihad menjadi fardhu ‘ain, itu lebih utama dari semua ibadah yang lain tetapi dia seharusnya melakukan sebisa mungkin jika dia bisa melakukannya, Imam Ahmad bahkan berkata,

“Jika musuh datang, kemudian sepanjang dia berperang, dia tidak bertanggungjawab atas semua kewajibannya yang lain sampai musuh berhenti.”

Imam Qurtubi berkata,

“Adalah sebuah kewajiban atas Imam untuk tetap menaklukan musuh setiap tahun…”

Ibnu Katsir berkata,

“Kita harus memerangi kuffar yang paling dekat sampai kita berjalan untuk mendatangi mereka.”

Alloh berfirman,

“Wahai orang-orang beriman perangilah orang-orang kafir yang paling dekat denganmu.”

Ini mempunyai implikasi, jika musuh memasuki negeri kita, mereka sangat dekat dengan kita kemudian kita harus memerangi mereka, jika mereka tidak masuk ke negeri muslim tetapi pemerintah mendeklarasikan Kufur Bawah (kekufuran yang nyata), mereka adalah musuh yang paling dekat dengan kita. Kemudian, jika ada Khilafah, musuh yang paling dekat adalah Kuffar yang berada di luar batas negara yang tidak mempunyai perjanjian dengan kita.

[Munafik]
Mengapa kita berperang?

[Muwahid]
Karena kita bukan Munafiqun dan seseorang yang tidak berparang adalah Munafiq, Nabi Muhammad sholallohu ‘alaini wasallam bersabda,

“Siapa saja yang mati dalam keadaan tidak berperang dan tidak juga mempunyai niat untuk berperang di jalan Alloh dia mati dalam sebuah cabang Nifaq.”

Dan jika kita tidak mengatakan demikian, Alloh berfirman,

“Jika kamu tidak berperang Alloh akan mengazabmu dengan amat pedih.”

Rosululloh bersabda,

“Seseorang yang tidak berperang tidak juga menyiapkan orang-orang yang berperang, tidak juga memperhatikan keluarga orang-orang yang berperang, Alloh akan mengirimkan kepadanya sebuah azab sampai hari pengadilan.”

[Munafik]
Setalah jihad, apakah yang kamu lakukan sebagai pengganti? Kita membutuhkan enginer (insinyur), dokter dan sebagainya.

[Muwahid]
Kita tidak mengatakan janganlah pergi berjihad karena kamu tidak mempunyai sebuah jawaban, kita membutuhkan enginer untuk membangun gedung, tapi, itu menjadi tidak penting jika kuffar masih membunuh Muslim, Alloh berfirman,

“Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).” (QS An Nisaa, 4: 84)

Alloh tidak pernah memerintahkkan kita untuk menteror Kuffar dengan gelar, derajat dan pendidikan, Alloh berfirman,

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Alloh dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Alloh mengetahuinya.” (QS Al Anfal, 8: 60)

wallahu a’lam bish showab..
(saif al battar/ fursan/arrahmah.com)

Selasa, 3 Januari 2012

MAKNA JIHAD : Perang Fi Sabilillah


Makna Hakiki Jihad

* Jihad itu di dalam Al Qur'an dan Sunnah memiliki istilah qur-aniy, istilah robbani yang
artinya adalah PERANG, dan jihad itu hukumnya akan tetap fardlu 'ain sampai seluruh daerah ---yang dahulu pernah menjadi daerah Islam --- kembali ke tangan kaum muslimin.
Dan jihad --- yakni perang --- itu hukumnya akan tetap fardlu 'ain sepanjang hidupmu.
Taruhlah, seandainya engkau berjihad di Palestina atau di Afghanistan kemudian kita dapat
membebaskan Palestina, bukan berarti fardlu 'ain telah selesai. Engkau wajib berpindah ke daerah lain dan seterusnya.

Belajarmu bukanlah jihad. Ilmumu bukanlah jihad. Dudukmu bersama saudara-saudaramu
di dalam halaqoh-halaqoh ilmu bukanlah jihad. Jihad adalah perang, selama panji jihad masih
berkobar, selama tombak-tombak masih terhunus, dan selama engkau dalam keadaan sehat danmemungkinkan untuk memanggul senjata.

Ini haruslah tegas. Harus tegas minimal terhadap ayat-ayat Al Qur'an. Harus tegas terhadap
robbmu dan terhadap nabimu shollallohu 'alaihi wa sallam serta terhadap nash-nash Al Qur'an.

Jika kita lalai, kita harus mengakui bahwasanya diri kita lalai. Jika kita tidak mampu terbang dari sangkar yang kita bikin sendiri maka kita harus mengakui bahwasanya kita telah mengepakngepakkan sayap kita kemudian kita menabrak atap sangkar yang kita hidup di dalamnya,kemudian kita turun sedangkan kita tidak mampu untuk bebas.

Jihad --- yakni perang dengan senjata --- itu sekarang hukumnya adalah fardlu 'ain. Dan akan tetap fardlu 'ain sampai kita dapat mengambalikan seluruh wilayah yang dahulu pernah berada di bawah bendera laa ilaaha illalloh kepada bendera itu kembali. Apakah kalian ingin bersikap tegas kepada robb kalian, terhadap nabi kalian shollallohu 'alaihi wa sallam dan tehadap Al Qur'an yang mulia? Inilah hukum syar'inya.

* Dan jihad itu adalah ibadah seumur hidup. Ibadah yang tidak akan selesai kecuali dengan keluarnya nyawa dari badan. Sama persis dengan sholat. Sebagaimana sholat tidak akan gugur dari pundakmu kecuali setelah nyawamu keluar. tidak boleh beralasan dengan angan-angan, dan tidak boleh membuat-buat alasan, dan juga tidak boleh memelintir-melintir ayat dan hadits, dan juga tidak boleh mempermainkan ayat-ayat Al Qur'an … jihad artinya adalah perang.

Silahkan kalian berperang di Palestina. Palestina terbuka untukmu. Jika engkau dapat berjihad di sana? Silahkan kalian berjihad di Afghanistan, jika engkau dapat berjihad di sana? Piliphina tebuka. Adapun jika jihad terus berkecamuk dan perang terus berkobar, langit melontarkan baranya dan bumi memuntahkan laharnya selama berpuluh-puluh tahun di Afghanistan namun engkau tidak pergi juga ke sana, berarti engkau memang tidak pernah berpikir untuk berjihad.


ومن مات ولم يغز ولم يحدث نفسه بغزو مات على شعبة من النفاق

Dan barang siapa yang mati dan belum pernah berperang, dan tidak pernah terbersit dalam
hatinya untuk berjihad maka dia mati dalam salah satu cabang kemunafikan. (HR. Muslim)
Harus terbersit di dalam hatimu untuk berperang.


ولو أرادوا الخروج لأعدوا له عدة

Seandainya mereka mempunyai keinginan untuk berangkat berperang tentu mereka akan
menyiapkan persiapan.


Maka kita memohon kepada Alloh tidak menjadikan kita termasuk orang yang Alloh tidak
menyukai untuk berangkat berjihad sehingga Ia akan menjadikan kita tidak berangkat dan
dikatakan kepada kita; Duduklah bersama orang-orang yang duduk.
Dan pada saat sekarang, dalam kondisi seperti ini …


Orang-orang yang beriman kepada Alloh dan kepada hari akhir tidak akan memita ijin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan nyawa mereka. Dan Alloh Maha mengetahui terhadap orang-orang yang bertaqwa. Sesungguhnya orang yang meminta ijin kepadamu itu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Alloh dan hari akhir, hati mereka bimbang sehingga mereka bingung dalam keraguan mereka. (QS. At Taubah: 44-45)


* Dalil yang menunjukkan bahwa jihad itu adalah perang yaitu: Rosululloh shollallohu
'alaihi wa sallam pernah ditanya: Amalan apa yang dapat menyamai pahala jihad? Beliau
menjawab: Kalian tidak akan dapat melakukannya --- amalan apa yang dapat menyamai pahala
jihad?.. kalian tidak akan dapat melakukannya --- kemudian beliau bersabda: Apakah engkau
sanggup apabila mujahid itu berangkat berjihad engkau masuk ke masjid kemudian sholat tanpa istirahat, atau berpuasa dan tidak berbuka sampai mujahid itu kembali? Para sahabat mengatakan: Siapa yang dapat melakukan hal itu? Beliau bersabda: Itulah pahala mujahid. Orang yang berjihad di jalan Alloh itu seperti orang yang berpusa dan sholat dengan khusyu', dan tidak berhenti-henti sampai mujahid itu kembali. (HR. Al Bukhori)

Kemudian kita menafsirkan makna jihad dengan jihadun nafs (jihad melawan hawa nafsu) ..
bukankah puasa itu jihadun nafs? Bukankah sholat itu jihadun nafs? Kenapa Rosululloh
shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya kalian tidak akan sanggup menyamai pahala mujahid? Artinya; mujahid itu menurut beliau bukanlah seperti itu. Mujahid adalah orang yang berperang, inilah mujahid. Ini adalah istilah syar'i sehingga tidak boleh dipermainkan, seperti sholat. Sholat itu artinya adalah berdiri, ruku', sujud dan membaca bacaan-bacaan tertentu yang telah ditetapkan Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam.
Jika ada seseorang berdo'a, lalu ia mengatakan; Saya telah melaksanakan sholat, karena
sholat secara bahasa artinya adalah do'a, lalu apakah Alloh akan menerima sholatnya? seandainya ia merubah istilah syar'i, Alloh tidak akan menerima sholatnya. Sholat adalah sebuah istilah syar'i.

Puasa adalah sebuah istilah syar'i yang telah ditentukan oleh Rosululloh shollallohu 'alaihi
wa sallam, yaitu: menahan makan, minum dan bersetubuh sejak terbit fajar shodiq sampai
terbenam matahari. Adapun jika ada seseorang menahan diri untuk tidak berbicara, lalu ia
mengatakan: Saya sedang berpuasa. Ia mempermainkan istilah syar'i yang telah ditentukan orangyang menerima wahyu.


نزل به الروح الأمين على قلبك لتكون من المنذرين بلسان عربي مبين
Yang telah menurunkannya ruhul amin kepada hatimu, supaya engkau menjadi orang yang
memberi peringatan, dengan menggunakan bahasa Arab yang nyata. (QS. 193-195)


Ini adalah istilah syar'i. Jihad adalah sebagaimana sholat dan puasa., seperti zakat dan seperti
haji, yang maksudnya telah ditetapkan oleh syari'at. Sekali-kali tidak boleh mempermainkannya.

Jihad artinya adalah perang di jalan Alloh. Jihad adalah perang. Adapun perkataan orang yang
berbunyi: Kami telah kembali dari jihad kecil menuju jihad besar. Yang menganggap jihad dalam pertempuran, roket yang berterbangan di atas kepala, pesawat-pesawat tempur memuntahkan bom dari atas kepala! …


آفى ببارقة السيوف فوق رأسه فتنة
Cukuplah kilatan pedang diatas kepalanya itu sebagai fitnah…


Ini dianggap sebagai jihad kecil?! Sedangkan jihad akbar adalah menyerang pesawat tempur,
sedangkan engkau tiarap di dalam rumah kalian?!... benar … masuk akal?! … apakah masuk akal yang seperti ini adalah jihad kecil sedangkan yang itu adalah jihad besar?! Demi Alloh, ini
tidaklah adil?! Demi Alloh, mereka itu dusta. Ini adalah hadits maudlu' (palsu) dan tidak ada
asalnya. Berdusta atas nama Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam, ini adalah hadits palsu, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam tidak pernah mungucapkannya, dan juga tidak ada seorang sahabatpun yang mengucapkannya. Perkataan tersebut adalah perkataan salah seorang tabi'in yang bernama Ibrohim bin Abi 'Ablah, dan perkataan itu salah.

Bagaimana mungkin yang ini jihad kecil sedangkan yang itu jihad besar?!... kita kembali
kepada istilah syar'i: Jihad adalah perang, demikianlah ketentuannya ketika Alloh berfirman:


Maukah kalian Aku tunjukkan kepada perbiagaan yang dapat menyelamatkan kalian dari siksa
neraka. Yaitu kalian beriman kepada Alloh dan Rosulnya, dan kalian berjihad di jalan Alloh
dengan harta dan jiwa kalian. (QS. Ash Shoff:10-11)


Apakah artinya; hendaknya kalian berpuasa?!.. ataukah artinya; hendaknya kalian mengerjakan
sholat?!..


تجاهدون في سبيل الله بأموالكم وأنفسكم
… kalian berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwa kalian..


Apakah artinya; hendaknya kalian melaksanakan qiyamul lail?!... Alloh berfirman; kalian
berjihad, artinya adalah kalian berperang.

Oleh karena itu, istilah ini haruslah betul-betul jelas dan tidak samar lagi sedikitpun.

(SILA DOWNLOAD KITAB AN NIHAYAH WAL KHULASOH, KLIK DI LINK INI http://www.4shared.com/document/JrAr4SGm/An_nihayah_wal_khulasoh_azzamp.htm )

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma
"Pergilah kamu beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah), sama ada dengan keadaan ringan (dan mudah bergerak) ataupun dengan keadaan berat (disebabkan berbagai-bagai tanggungjawab); dan berjihadlah dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah (untuk membela Islam). Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. (At-Taubah 41)

Artikelku Yang Popular