Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

Anda Diseru Menyertai Jihad Qital Demi Mengembalikan Kerajaan Islam Di Dunia Ini

~ Analisis Graf Kebangkitan Islam~

Get your own Poll! "Siapkanlah untuk memerangi mereka (iaitu untuk memerangi kafir harbi) apa saja kekuatan yang kalian mampu dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (iaitu persiapan persenjataan yang hebat)(yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya" (Surah al-Anfal ayat 60).
Get your own Poll! "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (untuk tidak berperang) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu. Oleh itu mereka sentiasa bingung teragak-agak dalam keraguannya. Dan kalaulah mereka mahu keluar (untuk turut berperang), tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian mereka, lalu dilemahkanNya semangat mereka, dan dikatakan (oleh Syaitan): "Tinggalah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal" " (At-Taubah: 45-46)

Jom Dapatkan Perkembangan Blog Ni!

Khamis, 22 Mac 2012

Fikrahku

Cara menegakkan Islam, ialah dengan peperangan dan pertumpahan darah. Kerana Islam tidak akan tegak selagi musuh masih ada, Islam tidak akan tegak selagi musuh membelenggunya, Islam tidak akan tegak selagi musuh dengan mudah mematahkan kebangkitan Islam dengan membunuh umatnya.

Dakwah Islam akan terhapus bila musuh datang menyerangnya, jadi, mustahil Islam akan tegak selagi musuh tidak diperangi.

Hanyasanya, kebangkitan Islam dapat tersebar dengan lancar bila umat Islam berjihad fisabilillah menghapuskan musuh-musuh yang membahayakan Islam. Hanya dengan ini sahaja kemaraan islam tidak tersekat dan tidak dapat dipatahkan. Tanpa peperangan, Islam tidak akan menang.

Inilah jalan yang Nabi lakukan dalam misi menegakkan Islam. Nabi telah mengerahkan umat Islam pergi berperang ketika mendapat berita bahawa kerajaan rom bercita-cita untuk menguasai bahagian utara Arab, kerana kemaraan Islam akan tersekat dengan adanya rom, oleh itu rom mestilah diperangi sebelum mereka mengancam kebangkitan Islam dan kelancaran dakwah.

Bahkan Nabi telah memerangi yahudi bani qainuqo’ dan membunuh semua tawanan lelaki manakala menawan semua tawanan perempuan dan kanak2. Jika Nabi tidak bertindak tegas dengan menghapuskan musuh, berkemungkinan besar kelancaran dakwah Islam akan tersekat bahkan mungkin akan gagal. Kerana bangsa yahudi amat-amat berbahaya kepada Islam.

Maka Islam ini tertegak ialah dengan peperangan dan pertumpahan darah, tiada cara lain yang dapat menegakkan Islam melainkan dengan peperangan. Cara lain selain perang akhirnya akan berakhir dengan kegagalan dan jalan buntu. Kerana musuh itu tabiatnya mematikan kelancaran dakwah, jika kita tidak mematikannya, maka kitalah yang akan mati.

Kita telah diperintahkan Allah supaya berperang sehingga tidak ada lagi gangguan atau sekatan terhadap Islam. Kita diperintahkan Allah supaya berperang sehingga timur dan barat tunduk kepada Islam dengan membayar jizyah atau mereka masuk Islam.

Sesiapa yang terbunuh kerana berperang menegakkan Islam, maka dia mati syahid, dijanjikan untuknya syurga andai hatinya ikhlas lillahi taala, dan dihapuskan seluruh dosanya kecuali dosa hutang, itupun tidak menghalangnya untuk masuk syurga kerana Allah akan melangsaikan hutangnya di padang mahsyar kelak.

Islam ini akan kuat bila umatnya tidak cinta dunia dan tidak takut mati, serta berkeinginan tinggi untuk berjihad fi sabilillah. Punca kehinaan dan kekalahan kita ialah kerana cinta dunia, takut mati serta meninggalkan perang sabil.

Maka peranglah jalannya, peranglah caranya, peranglah manhajnya, bersiaplah untuk perang.. bersiaplah untuk perang.. bersiaplah untuk perang..

Jumaat, 9 Mac 2012

HUKUM MEMBEBASKAN TAWANAN MUSLIM

HUKUM MEMBEBASKAN TAWANAN MUSLIM

Dasarnya :

“ Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a,” Ya Allah, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya dzalim ini dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu”. (QS. An-Nisa’: 4:75).

Dari Abu Musa ia berkata, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bebaskan tawanan, beri makan orang yang lapar dan jenguklah orang yang sakit”.

Abu Bakar ibnu al Araby al Maliky berkata: Dalam ayat ini ada beberapa masalah;
Para ulama kami menyatakan: Dalam ayat ini Allah mewajibkan perang untuk membebaskan tawanan dari tangan musuh meskipun dalam perang itu ada nyawa yang melayang. Adapun mengeluarkan harta untuk menebus mereka lebih wajib lagi mengingat lebih ringan dari mengorbankan nyawa. Para ulama telah meriwayatkan bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Beri makanlah orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit dan bebaskanlah tawanan”.

Imam Malik telah mengatakan: Manusia wajib membebaskan tawanan (meskipun menghabiskan–pent) dengan seluruh harta mereka.

Beliau juga berkata: Masalah keempat. Jika mobilisasi umum karena musuh telah menguasai daerah umat Islam atau menguasai tawanan maka mobilisasi itu menjadi umum dan wajib keluar perang baik dalam keadaan ringan maupun berat, berjalan kaki maupun berkendaraan, merdeka maupun budak, orang yang mempunyai bapak keluar tanpa harus minta izin bapaknya demikian juga yang tak mempunyai bapak, sampai agama Allah menang, daerah umat Islam terlindungi, musuh terkalahkan dan tawanan terbebaskan. Dan dalam hal ini tak ada perbedaan pendapat.

Abi Zaid al Qairawany menyatakan: Jihad ada dua: fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Fardhu ‘ain untuk membebaskan tawanan, memenuhi nadzar, mobilisasi dari imam dan musuh yang menyerang suatu kaum (daerah umat Islam). [ Kifayatu al Thalib al Rabany li Risalati Abi Zaid al Qairawany 2/2].

Imam Al Qarafy berkata: Sebab keempat . Imam Al Lakhmy berkata: Membebaskan tawanan berdasar firman Allah:
“ Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a,” Ya Allah, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya dzalim ini dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu’. [QS. An Nisa’: 75].
Pengarang Shahibul Bayan menyatakan: Wajib bagi imam untuk membebaskan tawanan dengan harta baitul mal. Jika harta baitul mal kurang, maka wajib membebaskan mereka dengan seluruh harta kaum muslimin, masing-masing sesuai dengan kemampuannya. [Adz Dzakhirah 2/387, dari Jama’ah Jihad hal. 53-54].
Para ulama madzhab Hanafy menyatakan: Jika seorang muslimah ditawan di bumi belahan Timur maka wajib bagi umat Islam di bumi belahan Barat untuk membebaskannya selama belum masuk negara kafir. Bahkan dalam kitab Adz Dzakhirah disebutkan wajib bagi setiap yang mempunyai kekuatan untuk mengejar mereka demi membebaskan anak-anak dan wanita yang tertawan meskipun telah masuk negara kafir.

Imam Al Qurthubi mengatakan: Para ulama kami mengatakan: ”Menebus para tawanan itu wajib meski akhirnya tak tersisa (harta umat Islam-pent) walaupun cuma satu dirham”. Ibnu Khuwaizi Mindad mengatakan: Ayat ini

“Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu-membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat”. (QS. Al Baqoroh: 85).

……Mengandung wajibnya membebaskan tawanan. Dalam hal ini ada hadits-hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam yang menyatakan beliau menebus para tawanan dan menyuruh membebaskan mereka. Itulah yang diamalkan oleh kaum muslimin dan telah tercapai ijma’ dalam hal ini.” Wajib membebaskan tawanan dengan harta baitul mal, kalau tidak maka wajib bagi seluruh kaum muslimin. Siapa di antara mereka sudah melakukannya berarti telah menggugurkan kewajiban itu atas yang lain.”

Beliau juga mengatakan: Imam Malik rahimahullah menyatakan: Manusia wajib menebus tawanan-tawanan mereka sekalipun menghabiskan seluruh harta mereka. Ini juga sudah menjadi ijma’. [Al Qurthubi 2/242]. Dalam buku Radhu al Thalib Syarhu Asna al Mathalib 4/69 disebutkan,” Kalau mereka menawan seorang muslim dan kita masih mempunyai harapan membebaskannya dari tanngan mereka maka wajib ‘ain jihad melawan mereka sekalipun mereka tidak masuk negara kita karena kehormatan seorang muslim lebih besar dari kehormatan negara, juga karena hadits Imam Bukhari, ”Bebaskan tawanan.” Jika kita tidak mempunyai harapan bisa membebaskannya maka jihad tidak menjadi fardhu ‘ain tetapi kita akhirkan karena terpaksa.”

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma

Fajar Kebangkitan Islam Sudah Menjelma
"Pergilah kamu beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah), sama ada dengan keadaan ringan (dan mudah bergerak) ataupun dengan keadaan berat (disebabkan berbagai-bagai tanggungjawab); dan berjihadlah dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah (untuk membela Islam). Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. (At-Taubah 41)

Artikelku Yang Popular